Karena itulah Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan catatan penting atas Program Gratispol yang digagas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud.
“Harus dipikirkan juga apakah pelajar dan mahasiswa kelak bisa masuk ke pasar kerja. Kalau tidak bisa terjebak menciptakan pengangguran berijazah atau pengangguran berintelektual,” tegas Andi Harun belum lama ini.
Program Gratispol sendiri menggratiskan biaya pendidikan mulai jenjang SMA/SMK hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri.
Gagasan itu mulia karena menempatkan pendidikan sebagai satu dari beberapa tiga pilar utama pembangunan daerah, selain kesehatan dan infrastruktur dasar.
Namun orang nomor satu di Kota Tepian itu mengingatkan agar pemerintah tidak larut dalam euforia beasiswa semata. Menurutnya, kualitas institusi pendidikan juga harus menjadi perhatian serius.
"Selain memberikan beasiswa atau menggratiskan pendidikan harus juga mewujudkan institusi pendidikan menjadi institusi yang berkualitas, yang bisa mengungkit naiknya tingkat literasi anak,” sebutnya.
ketidaksesuaian antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja juga jadi sorotan Andi harun. Kualitas SDM lokal perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah. “Harus bisa ditunjukkan apakah pantas masuk ke pasar kerja karena memiliki kualitas yang sama, bahkan lebih,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur