“Banyak yang sudah menanti 11 hingga 15 tahun. Hari ini mereka akhirnya bisa berangkat,” kata Wali Kota Samarinda, Andi Harun usai melepas keberangkatan para jemaah di GOR Segiri Jalan Kusuma Bangsa pagi tadi.
Namun ia mengingatkan perjalanan ibadah haji bukan hanya soal spiritual, tetapi juga soal fisik. Jemaah diminta waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang bisa memicu gangguan kesehatan seperti flu dan dehidrasi.
“Perjalanan ini cukup panjang dan cuaca di sana tidak seperti di Indonesia. Jemaah harus menjaga kondisi tubuh dengan cukup istirahat, makan teratur dan saling memperhatikan satu sama lain,” paparnya.
Sebagai bentuk dukungan kepada para Jemaah yang berangkat, orang nomor satu di Kota Tepian itu “membari sangu” alias diberi uang saku sebesar SAR100 atau 100 Riyal yang kalau dikonversikan ke rupiah hampir Rp500 Ribu kepada masing-masing jemaah.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Samarinda Aji Mulyadi menambahkan, seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan telah mengikuti manasik haji. Kloter 2 disebutnya merupakan satu-satunya kloter penuh dari Kota Samarinda. Sisanya akan bergabung dalam kloter 4, 15 dan 16.
“Total jemaah dari Samarinda tahun ini terbagi dalam empat kloter. Hari ini 360 orang sudah diberangkatkan dan semuanya dalam kondisi siap,” ujar Mulyadi.
Editor: Aspian Nur