Sebagai bagian dari program nasional, pemerintah menargetkan 60 juta jiwa pada tahun ini sebagai tahap awal dari total sasaran 100 juta warga Indonesia dan Samarinda diharapkan mampu memberi kontribusi lebih besar dalam capaian itu.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie kepada Korankaltim.com menjelaskan, rendahnya angka partisipasi disebabkan oleh masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap cakupan layanan.
“Program ini sebenarnya menyeluruh, tapi masyarakat masih mengira hanya untuk pemeriksaan tertentu. Itu perlu terus disosialisasikan, terutama sampai ke tingkat RT,” ujar Novan Kamis (1/5/2025) hari ini.
Asumsi keliru masyarakat soal antrean panjang dalam pelayanan gratis juga jadi sorotan padahal sistem PKG telah dirancang berbeda dari layanan kesehatan reguler.
“Sudah ada jalur khusus, bahkan bisa diakses secara online melalui aplikasi Satu Sehat. Program ini punya loket tersendiri, jadi tidak perlu khawatir soal antrean,” papar Novan.
Dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar merata, Novan optimistis partisipasi masyarakat bisa ditingkatkan asal ada dorongan promosi yang konsisten. Partisipasi masyarakat ditargetkan bisa meningkat menjadi 30 hingga 40 persen dalam waktu dekat dan Novan mengingatkan pentingnya kesadaran untuk memeriksakan kesehatan secara rutin.
“Di Samarinda ada banyak Puskesmas dan program ini tidak dibatasi zonasi. Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Teruslah diingatkan kepada masyarakat, jangan sampai baru mau periksa ketika sudah sakit,” pungkas Novan.
Editor: Aspian Nur