Dalam kunjungan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda, Senin (21/4/2025), terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap telah mencapai tahap akhir pengerjaan.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan berharap agar tidak ada hambatan berarti hingga proyek ini selesai.
“Pembangunan tunnel di Sultan Alimuddin, kita sudah dengar penjelasan dari dinas terkait, bahwa pengerjaannya ini InshaAllah jika tak ada kendala hingga akhir bulan bisa tuntas,” kata Deni.
“Artinya tetap beriringan, setelahnya juga ada proses pengajuan izin untuk keselamatan dan uji kelayakan,” lanjutnya.
Sebagai Pansus LKPj Wali Kota, Deni mengharapkan perencanaan bisa sesuai. Pihaknya juga ingin memastikan bahwa perencanaan ini bisa tepat waktu dari yang dijadwalkan.
“Kita ingin memastikan bahwa perencanaan ini semua sudah sesuai dengan time schedule, artinya baik dari segi anggaran, maupun waktu pengerjaannya. Kita ingin anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan benar-benar sesuai,” tegasnya.
Anggaran terowongan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah mengucur Rp395 miliar.
“Mudahan, sesuai dengan yang kita harapkan dan masyarakat inginkan. Bahwa permasalahan kemacetan di Jalan Otista bisa teruraikan dengan adanya terowongan,” imbuhnya.
Pengajuan izin berasal dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), yang rencananya akan mengirim tim dari kementerian untuk meninjau langsung kondisi di lokasi dan ditarget pengajuan izin ke KKJTJ akan dilakukan bulan depan.
Sekretaris Dinas PUPR Kota Samarinda, Neneng Camelia Shanti, mengaku progres tunnel ini sudah mencapai 98 persen.
“Progresnya sudah sekitar 98 persen, kami targetkan nanti diakhir April 2024 sudah selesai. Pengujian sudah kami lakukan bertahap, jadi nanti setelah konstruksinya selesai itu pengujian tahap akhir,” jelasnya.
Editor: Erwin