Pembangunan ini salah satu dari sejumlah proyek strategis milik Pemerinta Kota (Pemkot) Samarinda. Pasar yang telah lama menjadi ikon perdagangan warga tersebut diperkirakan akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di pusat kota Samarinda.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar yang turut dalam kegiatan monitoring tersebut, mengungkapkan bahwa tahapan pertama pembangunan telah diselesaikan sepenuhnya.
Tahap ini mencakup pembangunan pondasi dan struktur utama bangunan, dengan penggunaan anggaran sebesar Rp290 miliar.
“Pekerjaan pada tahap pertama sudah tuntas 100 persen, fokusnya pada pembuatan pasak dan struktur bangunan,” jelasnya.
Ia juga mencatat terdapat tiga kali adendum selama pelaksanaan tahap awal, yang mayoritas terkait dengan perluasan lahan proyek akibat kondisi geografis seperti aliran sungai di sekitar lokasi. Saat ini, proyek telah masuk ke tahap kedua dengan alokasi anggaran senilai Rp150 miliar.
Lingkup pekerjaan kali ini meliputi sistem mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP), serta berbagai pekerjaan finishing seperti pemasangan keramik, pembangunan kios dan los hingga penyediaan lift.
“Kita lihat juga pengerjaan fasad dan finishing-nya, termasuk pemasangan lift di bagian depan dan belakang. Pondasinya dibangun sangat dalam, mencapai 60 meter dengan metode bor. Ini penting karena bangunannya akan mencapai tujuh lantai,” tuturya .
Deni menekankan pentingnya kekuatan struktur mengingat fungsi pasar ke depan yang akan semakin kompleks. Pasar ini tidak hanya dirancang modern dan bersih, namun juga kuat dan aman untuk jangka panjang.
Selain struktur, fasilitas pendukung juga menjadi perhatian. Area parkir yang sedang dibangun diproyeksikan mampu menampung sekitar 800 kendaraan terdiri dari 105 mobil dan 705 sepeda motor.
Meski pelaksanaan tahap kedua masih dalam tahap awal dengan progres baru sekitar 10 persen, Deni menyebutkan bahwa pengerjaan tetap berjalan meski sedikit lambat.
Kendala utama terletak pada pengadaan material finishing yang sebagian masih dalam proses pengiriman. “Target penyelesaiannya diharapkan tercapai pada Oktober 2025,” tambahnya.
Secara umum, Deni menilai pelaksanaan anggaran untuk tahun 2024 dalam laporan LKPj telah berjalan sesuai rencana, dan pekerjaan lanjutan akan diakomodasi dalam anggaran tahun 2025.
Editor: Erwin