Satu kecamatan yang masuk adalah Kecamatan Sungai Pinang. Di mana, dengan terbatasnya kuota, banyak warga yang harus pulang dengan tangan kosong.
Menanggapi hal tersebut, pria yang akrab disapa AH itu rencanakan melakukan evaluasi terhadap keterbatasan yang terjadi pada hari ini.
“Saya sudah mendapatkan laporan siang ini, untuk sementara proses yang sedang berlangsung di Kecamatan Sungai Pinang,” kata AH, Senin (14/4/2025).
“Kami mendapatkan laporan bahwa kuota kecamatan telah habis, dan keluhan dari masyarakat yang kendaraannya rusak masih ada,” lanjutnya.
Sehingga, dia memerintahkan Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Samarinda, Marnabas Patiroy untuk menginstruksikan kecamatan untuk tetap melayani klaim dari pengendara.
Tepatnya besok, Selasa (15/4/2025), akan dilanjutkan untuk eksekusi kembali. Karena menurutnya, dasar masyarakat datang ke kecamatan memang untuk mengambil bantuan yang mereka sediakan dan janjikan.
“Pembagian kuota ini belum mencerminkan pemetaan berapa jumlah yang real disetiap kecamatan. Jadi, potensi kehabisan kuota yang diklaim masyarakat itu sangat besar,” bebernya.
AH tekankan selama fakta yang diberikan benar dari masyarakat dan keterangan bengkel, maka dia meminta kecamatan untuk tetap melayani.
“Mungkin bedanya, kalau yang lain sudah bisa mendapatkan bantuan hari ini, bagi yang belum, maka mungkin besok atau lusa sudah bisa menerima bantuan itu,” jelasnya.
Dengan batasan waktu satu pekan, AH menegaskan dengan rentan waktu yang ada, dirinya mempersilahkan warga untuk datang ke kecamatan.
Jika kuota di hari tersebut sudah habis, maka dia mengimbau warga tak gelisah. Nantinya jajaran Pemkot Samarinda akan melanjutkan ke kecamatan agar tetap membuka layanan.
“Sehingga warga kita yang terkena dampak, sesuai dengan komitmen dari pemerintah, kecamatan akan tetap melayani. Karena kan sementara, jadi ada kecamatan yang koutanya kelebihan dan ada yang kurang,” tegasnya.
Bahkan, orang nomor satu di Samarinda itu juga tidak keberatan jika klaim yang masuk lebih dari jumlah yang diprediksi.
Editor: Erwin