Ada sekitar 60 orang datang dan mengantre untuk memperoleh bantuan tersebut yang mana Wali Kota Samarinda Andi Harun sebelumnya sudah menegaskan bantuan diberikan sebagai bentuk keperdulian mereka apalagi masalah ini masih belum menemukan Solusi padahal pemeriksaan sudah dilakukan berbagai pihak.
Dalam penyaluran hari ini, sebagian besar penerima bantuan merupakan pengemudi ojek online yang mengandalkan motor sebagai alat utama mencari nafkah.
Sungai Pinang diketahui satu dari tiga kecamatan dengan populasi terbanyak di Samarinda, bersama Kecamatan Samarinda Ulu dan Sungai Kunjang yang mana total wilayah ini mencakup 248 Rukun Tetangga (RT).
Namun tidak semua warga yang datang ke kantor kecamatan mendapatkan bantuan. Sekitar empat hingga lima orang terpaksa pulang dengan tangan kosong karena keterbatasan kuota.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sungai Pinang Mohamad Joni menyebut mereka akan mengupayakan koordinasi lanjutan dengan kecamatan lain.
“Kami akan cek apakah ada kecamatan lain yang belum mengklaim kuotanya. Kalau ada yang tersisa, bisa kami alihkan ke warga yang belum kebagian,” kata Joni kepada Korankaltim.com disela kegiatan pagi tadi.
Posko mulai beroperasi sejak pukul 09.00 WITA dan harus ditutup dua jam kemudian karena seluruh kuota sudah tersalurkan. Setiap penerima mendapat bantuan senilai Rp300 Ribu per kendaraan.
“Sebagian besar penerima adalah pengemudi ojol, tapi ada juga dari kalangan masyarakat umum,” jelas Joni.
Editor: Aspian Nur