Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan sudah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Kepolisian dan Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud. Menurutnya, kehadiran mereka dinilai sudah memadai untuk menangani kasus tersebut.
Alasan ia tidak turun ke lapangan adalah untuk menghindari potensi keributan lebih lanjut di tengah situasi yang sudah ramai diperbincangkan.
“Saya tidak mau turun untuk inspeksi, karena saya tidak mau menambah lagi daftar kegaduhan. Sudah cukup beberapa pihak yang turun langsung,” katanya, Selasa (8/4/2025).
Apalagi, sebagai kepala daerah, dirinya harus bisa melontarkan statemen yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sehingga, dirinya berencana akan mengambil sampel dari tiga tempat, untuk mencari tahu penyebab dugaan oplosan yang dilontarkan netizen dan pihak bengkel.
“Kita ambil sampel BBM, di kendaraan yang mogok, SPBU dan pertamini/eceran,” urainya.
Dari sampel tersebut, kemudian akan dibawa dan diuji di laboratorium resmi atau bekerja sama dengan independen yang memang ahlinya. Meski tak menyebutkan lokasinya, dia memastikan hasilnya akan diumumkan segera.
Selain itu, pria yang akrab disapa AH itu menyebutkan jika dugaan oplosan itu bukan berarti campuran antara air dan BBM.
“Belum tentu BBM dengan air, bisa saja campurannya antara Pertamax dengan Pertalite. Sehingga mengurangi kesehatan mesin,” jelasnya lagi.
Editor: Erwin