Salah satunya yakni pengguna kendaraan bermotor, warga berinisial W (22) yang membagikan pengalamannya di media sosial. Ia mengaku motornya mengalami masalah setelah mengisi BBM di SPBU Jalan Slamet Riyadi, Kamis (3/4/2025) malam.
“Habis isi BBM, motor langsung brebet. Akhirnya saya bawa ke bengkel,” ujarnya saat dikonfirmasi Korankaltim.com.
Permasalahan yang dialami masyarakat ini turut menjadi perhatian anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan dan menyampaikan keprihatinannya.
Bahkan, pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak ke seluruh SPBU yang beroperasi di kota tersebut.
“Kalau benar ada praktik oplosan BBM, ini sangat merugikan. Bukan hanya pengguna kendaraan pribadi, tapi juga pelaku usaha kecil yang mengandalkan transportasi,” jelas politisi dari Partai Demokrat tersebut.
Viktor menekankan perlunya penindakan tegas terhadap SPBU yang terbukti curang. Sanksi harus diberikan secara bertahap, mulai dari teguran hingga pencabutan izin operasional.
“Kita tidak bisa toleransi terhadap praktik yang merugikan masyarakat. Ini harus jadi efek jera,” tegasnya.
DPRD Samarinda juga berencana menggelar rapat bersama pemangku kepentingan guna memperkuat pengawasan terhadap distribusi BBM. Jika ditemukan indikasi pelanggaran berat, Viktor memastikan akan membawa masalah ini ke jalur hukum.
“Kalau ada bukti kuat, kami tidak akan ragu melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Samarinda,” pungkasnya.
Editor: Erwin