Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Unit Penyelenggara Bandar Udara APT Pranoto, Denny Armanto.
Menurutnya, dalam tiga hari pertama pasca Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, tercatat jumlah penumpang yang datang dan pergi mengalami penurunan sebesar 21,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rata-rata pergerakan penumpang harian selama arus balik ini hanya berkisar 1.300 orang.
“Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat lonjakan signifikan setelah Lebaran,” ujarnya Denny, Jumat (4/4/2025).
Lanjutnya, penumpang yang tiba di Samarinda sebagian besar berasal dari Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta.
“Untuk sekarang Jakarta masih menjadi kota asal terbanyak, meskipun belum menunjukkan lonjakan seperti tahun lalu,” ucapnya.
Denny menerangkan, pihaknya memperkirakan puncak arus balik di Bandara APT Pranoto Samarinda akan terjadi pada Sabtu dan Minggu, 6–7 April 2025.
“Hal ini karena dekatnya waktu masuk kerja dan aktivitas perkantoran, sehingga lonjakan penumpang diprediksi terjadi pada akhir pekan ini,” katanya.
Lebih lanjut, untuk rute penerbangan sendiri yang paling diminati selama arus balik ini menurut Denny adalah tujuan Jakarta dan Surabaya.
“Beberapa maskapai yang aktif melayani rute-rute tersebut antara lain Batik Air, Super Air Jet (SAJ), dan Citilink,” sebutnya.
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, SAJ bahkan menambahkan satu jadwal penerbangan ekstra rute Samarinda Surabaya.
“Penambahan penerbangan ini merupakan bentuk antisipasi dan komitmen kami untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pemudik,” tuturnya.
Selain itu, demi menjaga kenyamanan para penumpang pihaknya juga memastikan Posko Angkutan Lebaran tetap aktif hingga hari ke-10 setelah Idulfitri.
“Koordinasi intensif dilakukan bersama TNI, Polri, maskapai, serta instansi terkait guna menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara selama masa arus balik,” jelasnya.
Dia mengimbau calon penumpang untuk datang lebih awal, minimal tiga jam sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini penting guna menghindari keterlambatan akibat antrean di konter check-in.
“Kami juga menyarankan penumpang yang tidak membawa bagasi untuk menggunakan fasilitas self check-in atau check-in online, agar lebih praktis dan efisien,” tandasnya.
Editor: Erwin