Atasi Masalah Sampah, Pemkot Samarinda Siapkan Insinerator di 10 Kecamatan
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mencari solusi untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin meningkat.
Saat ini, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mencapai 600 ton per hari, sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang lebih optimal.
Salah satu solusi yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan insinerator di 10 kecamatan serta satu insinerator berkapasitas besar di TPA.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang menumpuk dan meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Samarinda, Marnabas Patiroy menegaskan bahwa wali kota memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan sampah, mulai dari tempat penampungan sementara (TPS) hingga TPA.
“Kami berupaya agar sampah yang masuk ke TPA dapat diminimalkan sehingga tidak terjadi penumpukan yang berlebihan,” ujar Marnabas, Selasa (1/4/2025).
TPA Sambutan yang memiliki luas sekitar 30 hektare juga terus dikelola agar sistem pembuangannya lebih baik.
Dengan penerapan insinerator, volume sampah yang masuk ke TPA diharapkan berkurang secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Marnabas, insinerator yang akan dipasang di 10 kecamatan berfungsi untuk membakar sampah sebelum mencapai TPA, sehingga mengurangi tumpukan yang selama ini hanya ditimbun dengan tanah.
Kapasitas insinerator berkisar antara 10-60 ton per hari, tergantung pada jumlah produksi sampah di setiap kecamatan.
Samarinda Utara dan Samarinda Ulu saat ini menjadi wilayah dengan produksi sampah terbesar. Oleh karena itu, insinerator akan dioptimalkan di daerah-daerah dengan tingkat produksi sampah yang tinggi.
Selain mengurangi sampah, Pemkot juga mempertimbangkan pemanfaatan residu insinerator untuk produk ramah lingkungan seperti paving block.
“Ke depan, kami juga akan mengembangkan pemanfaatan residu insinerator agar dapat digunakan kembali, misalnya untuk pembuatan paving block,” pungkasnya
Editor: Erwin










