Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, mengungkapkan bahwa capaian tersebut berasal dari kegiatan Kaltim Berzakat serta penerimaan selama Januari dan Februari.
“Untuk bulan Maret ini nanti akan kita ketahui jumlah zakat yang diterima setelah di bulan depan, April,” ujar Nabhan kepada Korankaltim.com, Jumat (28/3/2025).
Menurutnya, sebagian besar capaian ini dihasilkan oleh zakat yang dikeluarkan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN). “Walaupun juga ada zakat pribadi serta dari Dinas-Dinas yang disampaikan ke kita,” ucapnya.
Nabhan mengungkapkan, keinginan BAZNAS Kaltim untuk penerimaan ZIS di tahun bisa lebih dari Rp22 miliar.
“Sebab setiap bulan kurang lebih ada Rp 450 juta (yang diterima), ini selain zakat ASN di provinsi, juga termasuk zakatnya karyawan Bankaltimtara,” katanya.
Walaupun menurutnya zakat para ASN ini masih belum maksimal, sehingga gubernur Kaltim beberapa waktu lalu akan mengeluarkan edaran atau intruksi bagi pegawai ASN di tingkat provinsi untuk menyerahkan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya ke BAZNAS.
Nabhan menambahkan sejak tahun 2021, zakat, infak, sedekah, serta dana sosial yang berhasil dikumpulkan pada tahun tersebut sebesar Rp6.840.869.915.
“Lalu di tahun 2022 jumlah ZIS yang berhasil dicapai Rp8.796.789.366, sedangkan pada 2023 sudah mulai ada peningkatan Rp 14.443.093.225, hingga di tahun 2024 sebesar Rp16.693.006.601,” pungkasnya.
Editor: Erwin