Wali Kota Samarinda Andi Harun pun menyebut indikator pertumbuhan ekonomi di Kota Tepian memperlihatkan tren yang positif. “Harus diakui tidak ada pembangunan yang sempurna, ada yang harus diperbaiki, ada tantangan yang makin berat dan harus dihadapi secara kompak untuk membangun kota ini,” kata Andi kepada Korankaltim.com Kamis (27/3/2025).
Apalagi makin tinggi jumlah penduduknya maka kompleksitas permasalah Pembangunan dan sosial termasuk ekonomi juga menyesuaikan.
Menurutnya, berhati-hati dalam tata kelola keuangan amat penting, terlebih mereka harus memastikan semua pendapatan dan belanja berorientasi pada kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan masyarakat. “Konsekuensi perkotaan secara demografi, laju pertumbuhan penduduk cenderung meningkat. Samarinda jadi sasaran destinasi menjadi kerja, pendidikan dan tempat tinggal,” papar Andi Harun.
Terlebih denga laju penduduk 2,5 persen per tahun, Samarinda membutuhkan perumahan juga kesigapan pemerintah. Khususnya untuk kebutuhan logistik, hingga peningkatan sarana dan pra sarana publik. Dan untuk hal itu pemkot tak bisa bekerja sendiri. “Pemkot tidak bisa bekerja sendiri, harus bersama-sama, termasuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” tegasnya.
Di tahun 2023 hingga tahun 2024 lalu, kondisi perekonomian tidak lepas dari perekonomian global yang berimbas pada semua negara termasuk Indonesia. Meski begitu, Samarinda bertahan diangka delapan untuk pertumbuhan ekonomi dari semua wilayah.
“Level achievement yang tidak mudah, mengindikasikan keadaan ekonomi Samarinda dalam keadaan baik, butuh kestabilan kekompakan kerja sama dan kurangi pertentangan yang tidak produktif sehingga kegiatan pembangunan terutama ekonomi tetap dipertahankan. Syukur-syukur ditengah situasi sulit mampu ditingkatkan,” kata Andi Harun lagi.
Editor: Aspian Nur