Menurut temuan awal, kerugian ini perlu segera dikembalikan, baik yang disebabkan oleh juru parkir (jukir) maupun petugas terkait di Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda.
Plt Kepala Inspektorat Samarinda, Marnabas Patiroy mengungkapkan bahwa laporan hasil audit tersebut akan segera disampaikan kepada Wali Kota, Andi Harun. Namun, sebelum keputusan final diambil, laporan ini akan dibahas lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.
“Nanti laporan lengkapnya akan kami terima, namun tentunya akan kami diskusikan lebih lanjut. Yang pasti, ada kerugian yang harus dikembalikan, apakah itu kesalahan dari jukir atau petugas terkait,” ungkapnya kepada Korankaltim.com, Minggu (23/3/2025).
Pemkot Samarinda juga menekankan bahwa jika audit menemukan adanya pelanggaran, sanksi akan diberikan sesuai dengan temuan dan tingkat kesalahannya.
Sanksi tersebut bisa berupa teguran, penurunan pangkat, atau tindakan lain yang disarankan oleh tim investigasi.
“Semua akan berdasarkan rekomendasi dari tim investigasi. Tentu saja, wali kota akan meninjau hasilnya dan memutuskan langkah-langkah selanjutnya,” tambahnya.
Audit ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, untuk memeriksa sistem parkir di beberapa ruas jalan di kota.
Dalam sidak tersebut, ditemukan adanya ketidakefektifan dalam pembagian hasil parkir antara Pemkot dan jukir, yang selama ini menggunakan sistem 70 persen untuk jukir dan 30 persen untuk pemerintah.
Selain itu, audit juga mengungkap adanya dugaan kesalahan administrasi serta potensi kebocoran pendapatan sektor parkir.
Oleh karena itu, audit ini bertujuan untuk memastikan masalah tersebut dapat diselesaikan dengan pemberian sanksi yang tepat serta memperbaiki sistem pengelolaan parkir di masa mendatang.
Meski belum merinci jumlah kerugian yang dimaksud, Marnabas menegaskan hasil audit akan disampaikan secara umum terlebih dahulu sebelum diperiksa lebih lanjut, sehingga seluruh aspeknya bisa dipertimbangkan dengan cermat.
“Laporan lengkap akan kami sampaikan nanti, tetapi akan ada pemaparan global terlebih dahulu. Setelah itu, hasilnya akan kami kaji lagi sebelum keputusan akhir diambil,” tutup Marnabas.
Editor: Erwin