Hal tersebut disampaikan Akmal Malik yang meski hanya selama 17 bulan namun diakuinya masyarakat Kaltim sangat ramah dan baik. "Satu keunggulannya Kaltim ini ialah masyarakat majemuk dan menerima perbedaan," ujar Akmal Malik di gedung Odah Bebaya, kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (7/3/2025) kemarin.
Kondisi tersebut merupakan modal utama yang dimiliki Kaltim sehingga bisa lebih maju kedepan. "Dibandingkan dengan provinsi yang ada di Kalimantan, Kaltim yang paling (kuat) toleransinya dan terbuka terhadap pandangan luar," ucap Dirjen Otda Kemendagri tersebut.
Kondisi seperti itu jadi modal yang harus dipertahankan oleh Kaltim serta menjadi peluang untuk investasi. "Investasi ini juga membutuhkan resource dan tata kelola yang baik, tinggal pemrpov memperbaiki tata kelolanya. Perizinan lebih mudah serta hubungan dengan kabupaten kota harus lebih bagus," paparnya.
Perizinan investasi tidak hanya di provinsi tetapi melibatkan kabupaten kota dan swasta. "Jadi harus dibangun komunikasi yang baik antar kabupaten kota dan stakeholder agar investasi nyaman itu menjadi tantangan terbesarnya bagi kaltim kedepan, maka dari itu perbaikan komunikasi mutlak harus dilakukan," ucap Akmal lagi.
Sementara Rudy Mas'ud memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kepemimpinan Akmal karena telah mendedikasikan tenaga serta pikirannya dan waktunya untuk Kaltim. "Kami ucapkan terimakasih karena telah membantu bagaimana jalannya roda pemerintahan selama masa transisi dan dipimpin oleh Pj gubernur," ujar Rudy.
Akmal Malik mampu menjaga stabilitas serta melanjutkan pembangunan sehingga menjadi warisan yang harus diteruskan selama satu tahun tujuh bulan jadi kepala daerah.
"Komunikasi dan harmonisasi dengan 10 kabupaten kota di Kaltim akan dilanjutkan, peninggalan yang bagus akan dilanjutkan dan yang kurang akan kami sempurnakan," tegas Akmal.
Editor: Aspian Nur