Arus lalu lintas di atas Jembatan Mahakam I dari arah Samarinda Seberang menuju Samarinda Kota ditutup total akibat proses investigasi yang dilakukan oleh tim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) terkait insiden kapal pengangkut kayu yang menabrak fender hingga pilar jembatan tersebut.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan II di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur Akmiza, menyatakan bahwa selama penutupan aktivitas lalu lintas di atas Jembatan Mahakam I dalam dua minggu ke depan, pihaknya akan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan.
“Mulai dari struktur hingga komponen jembatan itu harus diperiksa. Apalagi di lapangan ada sambungan pada komponen yang bergeser, sehingga ini harus diidentifikasi lagi,” ujarnya.
Menurutnya dalam proses investigasi harus diperhatikan juga kesesuaian dengan batasan toleransi untuk kontruksi bangunan jembatan.
“Maka dari itu dalam waktu dua minggu, kita upayakan sudah ada hasil sehingga nanti bisa disampaikan kepada masyarakat terkait kondisi Jembatan Mahakam I,” sebutnya.
Akmiza mengungkapkan, sebenarnya yang menjadi perhatian dalam insiden yang terjadi di Jembatan Mahakam I ialah hilangnya bagian fender.
Menurutnya, fender merupakan bangunan yang berfungsi melindungi dan mencegah benturan langsung kapal dengan pilar jembatan yang akan mengakibatkan kerusakan struktur jembatan.
“Maka dari itu sebenarnya keberadaan fender sangat penting, apalagi Sungai Mahakam masih menjadi jalur lalu lintas kapal dan ini wajib ada sebagai pengaman tiang jembatan di atasnya,” katanya.
Lebih lanjut, secara visual memang ada beberapa komponen yang harus diperbaiki mulai dari selimut beton jembatan, FRP atau Polimer yang diperkuat.
“Pastinya untuk lebih detail kita juga menunggu hasil investigasi oleh tim komponen-komponen apa saja yang harus diperbaiki pada Jembatan Mahakam I,” terangnya.
Editor: Erwin