Pada tahun 2024, Dinsos PM secara rutin menyalurkan bantuan makanan kepada masyarakat disabilitas dan lansia setiap hari selama sepuluh bulan.
Seluruh biaya program ini sepenuhnya ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan akan diteruskan pada tahun 2025.
Hal ini dibenarkan Plt Kepala Dinsos PM Samarinda, Ridwan Tassa. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak akan mempengaruhi pelaksanaan program bansos yang sudah berjalan.
Semua bansos yang telah dianggarkan untuk tahun 2025 dan seterusnya akan tetap dilanjutkan. Pemangkasan anggaran hanya dilakukan pada kegiatan yang dinilai kurang efektif.
“Bansos tidak kena, jadi semua kegiatan sosial kami akan tetap berjalan hingga akhir tahun. Hanya kegiatan yang kurang efektif saja yang dikurangi, pemangkasannya disitu,” kata Ridwan, Selasa (25/2/2025).
Lanjutnya, efisiensi berdampak pada perjalanan dinas hingga Focus Group Discussion (FGD) dan beberapa pertemuan yang masih bisa dilakukan di kantor.
“Kami sudah tidak bisa lagi melakukan rapat atau pertemuan di hotel. Karena kurang efisien, jadi anggaran yang ada akan difokuskan pada bansos,” jelasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Setda) Kota Samarinda ini mengaku mendukung adanya efisiensi anggaran yang dilakukan.
Ke depannya, Ridwan menegaskan anggaran untuk tahun-tahun yang akan datang juga tetap difokuskan pada beberapa program dari Dinsos PM.
Editor: Erwin