Akibatnya, arus lalu lintas di jembatan tersebut akan dialihkan ke Jembatan Mahakam IV dengan pemberlakuan dua jalur dari arah Samarinda Seberang menuju kota.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, melalui Kasat Lantas, La Ode Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya bersama dinas perhubungan (Dishub) kota maupun provinsi akan mempersiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan selama penutupan berlangsung.
“Jadi skema untuk pengalihan arus sudah kami siapkan, hanya tinggal menunggu kapan dimulainya, yang jelas dalam minggu ini,” katanya Selasa (25/2/2025) hari ini.
“Mulai dari rambu petunjuk, barier pun akan dipasang untuk pengalihan arus tersebut nantinya,” sambungnya.
Pras sapaannya, tekankan akan terjadi contraflow atau sistem rekayasa arus lalu lintas yang dilakukan dengan cara mengubah sebagian arus kendaraan di jalan yang sedang mengalami kemacetan.
“Diatas Jembatan Mahakam akan terjadi kemacetan, sehingga kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti rambu petunjuk yang ada, dan mengikuti arahan dari petugas,” terangnya.
Tak hanya itu, perlu juga diperhatikan bahwa selama Jembatan Mahakam IV digunakan dua jalur, dirinya mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara.
“Salah satunya juga mengurangi kecepatan saat berada di jembatan, itu akan terjadi kepadatan tentunya, paling tidak kecepatan 40-50 km/jam,” pungkasnya.
Diketahui, Jembatan Mahakam I yang dibangun sejak 1887 silam memang telah menjadi salah satu ikon di Kota Tepian. Selain itu, bawah kolong jembatan kerap dilintasi kapal tongkang bermuatan.
Namun, permasalahan yang terjadi saat ini adalah seringnya pilar jembatan tersebut tertabrak yang mengakibatkan fender pelindung pilar jembatan rusak.
Insiden terbaru terjadi pada Minggu (16/2/2025) sekitar pukul 15.50 WITA, ketika Tongkang Indosukses 28 yang mengangkut kayu jenis sengon dan ditarik oleh Tug Boat (TB) MTS 28, menabrak fender hingga hancur dan akhirnya membentur pilar jembatan.
Editor: Erwin