Hal ini disampaikan oleh Kepala BKD Provinsi Kaltim, Deni Sutrisno melalui Analisis Kepegawaian Ahli Muda Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi (PPI) ASN BKD Kaltim, Reza Febriyanto.
Menurutnya, untuk formasi CPNS yang diajukan di tahun lalu sebanyak 261, sementara yang lulus hanya sekitar 200 peserta.
“Sehingga masih ada sisa 61 formasi CPNS yang belum terisi,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Rabu (19/2/2025).
Oleh karena itu, pihaknya masih menghadapi dilema karena beberapa jabatan masih kosong. Selain itu, ada beberapa peserta yang lulus CPNS melalui optimalisasi, namun yang bersangkutan berencana untuk mengundurkan diri.
“Hal ini karena peserta tersebut tidak sesuai dengan daerah domisili, contohnya seperti teman-teman yang bekerja di Kota Balikpapan kemudian mendaftarkan unit kerja disana. Tetapi karena kalah saing, yang bersangkutan diloloskan oleh sistem melalui optimalisasi dan ditempatkan di Kota Samarinda,” ucapnya.
Sehingga dengan adanya hal tersebut peserta yang lolos CPNS melalui jalur optimalisasi ini memiliki dua pilihan, antara menerima dengan penempatan tersebut atau opsi pengunduran diri.
“Kami dari pihak panitia seleksi daerah sangat menyayangkan akan hal itu,” sebutnya.
Karena menurutnya beberapa komposisi seperti tenaga kesehatan sangat diperlukan sebagai kebutuhan premier.
Sementara untuk formasi PPPK Reza menjelaskan terdapat sebanyak 9.195 terdiri dari 5.291 untuk tenaga teknis, lalu guru formasinya sebanyak 2.649 dan tenaga kesehatan sebanyak 1.255.
“Jadi untuk PPPK yang lulus sendiri di tahap pertama ini, tenaga teknis sebanyak 3.490, sedangkan guru 445, dan tenaga kesehatan baru sekitar 17 orang yang lulus,” terangnya.
Editor: Erwin