Budianto mengaki sarana dan prasarana penunjang harus diperhatikan oleh pemerintah baik itu kabupaten ataupun provinsi.
“Fasilitas umum dan sarana prasarananya harus didukung penuh oleh pemerintah,” tegasnya.
Menurut anggota dewan dari Dapil Bontang, Kutim dan Berau ini, dukungan tersebut akan memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah, karena dapat menimbulkan efek domino, salah satunya meningkatnya kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
“Biar bisa terjangkau oleh kalangan masyarakat jadi harus didukung penuh,” ungkapnya.
Kolaborasi antara Pemkab Berau dan Pemprov Kaltim dikatakan dapat menjadi solusi untuk mendukung penunjang pariwisata.
Sebelumnya diwartakan Pengelola Kehe Daing, Osdek mengungkapkan laguna tersebut sudah difungsikan sebagai objek wisata sejak 2012 lalu. Ia mengaku menemukan laguna tersebut sejak peninggalan orang tua nya dari 1969.
Osdek mengungkapkan tarif masuk untuk bisa berkunjung ke laguna tersebut relatif murah, hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp30 ribu, pengunjung dapat menikmati danau air payau tersebut.
Padahal memiliki objek wisata yang sangat apik, sayangnya Kehe Daing Kakaban masih belum memiliki dermaga yang baik sebagai sarana penunjang, sehingga apabila ombak cukup besar, wisatawan yang berkunjung agak sedikit kesulitan untuk turun dari perahu cepat yang mereka gunakan untuk menyeberang ke pulau tersebut.
Maka dari itu ia mengharapkan adanya uluran bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk dapat membangunkan dermaga sebagai penunjang menuju objek wisata tersebut.
Editor: Erwin