Menurut keterangan suami korban, M. Riki (34), saat itu mereka sedang berteduh di workshop tersebut karena hujan deras. Tak lama kemudian, mereka mendengar suara keras dari arah belakang bangunan akibat tanah longsor, yang kemudian menyebabkan pohon tumbang dan menimpa workshop.
“Saat pohon menimpa bangunan, saksi (suami korban) tepat berada di samping korban, dan langsung terpental ke kiri korban, sedangkan korban tertimpa atap akibat pohon tumbang,” ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Zainal Arifin saat dikonfirmasi, Minggu (9/2/2025) sore tadi.
Hingga akhirnya sekitar pukul 16.10 WITA dilakukan evakuasi terhadap korban, menggunakan mobil crane.
“Setelah pohon berhasil diangkat, korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Tetapi, sekira pukul 17.59 WITA korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak dokter di RS Hermina.
“Dari keterangan dokter, korban mengalami patah tulang belakang, jantung berdetak tidak normal, dan suplay oksigen ke otak berkurang, sehingga menyebabkan korban meninggal dunia,” terangnya.
Dari hasil penyelidikan anggota dilapangan, dan keterangan saksi-saksi, akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang, terjadi tanah longsor.
“Karena longsor pohon ikut terbawa, dan menyebabkan pohon tumbang hingga mengenai bangunan workshop, dimana saksi bersama korban berteduh,” pungkasnya.
Editor: Erwin