Hal ini disampaikan oleh Koordinator Pusdalops PB BPBD Provinsi Kaltim, Cahyo Kristanto. Menurutnya, selain bencana banjir dan kebakaran lahan yang kerap terjadi setiap tahun, Kaltim juga menghadapi ancaman bencana lainnya, yaitu gempa bumi.
“Jadi Kaltim termasuk daerah yang gempa buminya saat ini mulai aktif terjadi, walaupun skalanya masih kecil tetapi di beberapa daerah yang terjadi gempa ada yang mengalami keretakan bangunan,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Rabu (5/2/2025).
Dia menerangkan efek dari gempa yang terjadi di Kaltim sudah menimbulkan keretakan hingga 10 cm.
“Bahkan di tahun 2023 lalu gempa yang terjadi di daerah Long Bagun (Kabupaten Mahakam Ulu) memiliki kekuatan 4,6 skala richter dan mengakibatkan keretakan hingga setengah meter,” ucapnya.
Kemudian, gempa lainnya yang terjadi berada di Kabupaten Berau, pada tanggal 15 September 2024 dengan kekuatan 5,5 skala magnitudo.
Cahyo menerangkan beberapa daerah paling rawan akan terjadinya gempa di Kaltim mulai dari Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara sampai Kabupaten Berau.
“Jadi memang daerah pesisir kita ini rawan sekali gempa sebab menurut penelitian daerah kita ini berada di ujung lempengan bumi,” katanya.
Tetapi menurutnya pusat gempa bumi yang kerap terjadi di Kaltim tenyata bukan di daerah pesisir.
“Melainkan di daerah Paser, Kutai Barat, bahkan hingga Mahakam Ulu yang kerap terjadi gempa dengan pusat kedalaman sekitar 20 hingga 30 Km di dalam tanah,” jelasnya.
Editor: Erwin