Hal itu juga terjadi karena pembangunan tanggul penahan air belum selesai dan disebut Wali Kota Samarinda Andi Harun masih memerlukan biaya besar untuk menuntaskannya.
“Diperkirakan perlu Rp900 Miliar untuk menuntaskan pembangunan tanggul,” kata AH, sapaan akrab Andi Harun kepada Korankaltim.com Jumat (31/1/2025) hari ini.
Untuk pengerjaan tanggul sekitar Griya Mukti Sejahtera sebenarnya menurut AH sudah selesao, namun dari arah Jembatan PM Noor yang belum tuntas sehingga air masuk ke kawasan tersebut.
Untuk tanggul, Pemkot Samarinda sudah membentuk tim dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan pihak provinsi.
“Kami harapkan pekan depan sudah selesai ringkasan rumusan teknis, termasuk kemungkinan dana Rp900 Miliar itu ditanggung langsung oleh tiga institusi secara kolaboratif,” paparnya.
Masyarakat yang ada dipinggiran sungai harus direlokasi untuk melanjutkan proyek tanggul tersebut. Mereka yang memiliki sertifikat harus diurus pelan-pelan dengan membangun komunikasi.
Tak hanya masalah tanggul, pemkot bersama Pemprov Kaltim juga punya penanganan lain, yakni kolam retensi yang akan dibangun pada tahun 2025 ini.
Editor: Aspian Nur