Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Syaparuddin menyebut dirinya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda untuk membuka layanan kesehatan di Puskesmas, menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir mengingat dalam kondisi seperti ini banyak penyakit yang sewaktu-waktu bisa menyerang.
“Dinkes tadi saya telpon juga kalau pelayanan kesehatan seperti puskesmas tetap harus buka karena dengan banjir begini, banyak masyarakat yang memerlukan, jadi tidak harus ke rumah sakit yang jauh,” kata Syapar, sapaan akrab Syaparuddin kepada Korankaltim.com Rabu (29/1/2025).
Seperti yang terjadi di Perumahan Bengkuring Raya Sempaja, seorang warga yang mengidap stroke harus diungsikan ke Puskesmas terdekat lantaran rumahnya kebanjiran. Sementara Puskesmas sedang tutup, sehingga dirinya meminta Dinkes untuk tetap membuka layanan kesehatan mengingat banjir yang belum surut.
Perhatian khusus juga harus diberikan kepada anak-anak yang bermain di area banjir, mengingat adanya lubang drainase dan parit terbuka yang dapat membahayakan.
Peringatan ini muncul setelah insiden viral di media sosial yang menunjukkan seorang anak nyaris tenggelam di kawasan Perumahan Bengkuring akibat derasnya arus banjir.
“Kami sudah meminta seluruh Ketua RT agar mengimbau warganya lebih berhati-hati dan menjaga anak-anaknya,” papar Syapar.
Dibeberapa wilayah terdampak masih banyak anak-anak yang terlihat bermain air di halaman rumah maupun badan jalan, meski debit air terus meningkat sejak pagi. Untuk mengurangi risiko, masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan menjaga keselamatan keluarga masing-masing.
Syaparuddin mengungkapkan naiknya debit air di Bendungan Benanga Lempake akibat kiriman dari hulu menjadi satu diantara penyebab utama banjir di beberapa wilayah.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemkot Samarinda bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah mendirikan dapur umum di dua lokasi, yakni Desa Budaya Pampang dan Kelurahan Sempaja Timur.
Dapur umum ini dioperasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial untuk memastikan kebutuhan pangan warga terdampak terpenuhi.
Saat ini, lebih dari 300 rumah di Pampang dan Bengkuring tercatat terdampak banjir.
Editor: Aspian Nur