Hal ini diwujudkan melalui kegiatan ziarah ke makam La Mohang Daeng Mangkona, tokoh yang dikenal sebagai salah satu perintis penting dalam sejarah Kutai Ing Martadipura yang berlangsung pada Jumat (24/1/2025) kemarin.
Orang nomor satu di Kota Tepian itu menyatakan Samarinda memiliki akar sejarah yang kuat sebagai bagian dari wilayah Kerajaan Kutai sebelum menjadi daerah otonom.
“Kita harus menghargai perjalanan sejarah ini sebagai pondasi bagi pembangunan daerah di masa depan,” ujar Andi Harun, Sabtu (25/1/2025).
Tak hanya ziarah, rangkaian kegiatan juga mencakup pelaksanaan salat Jumat di Masjid Tua Shirathal Mustaqiem, salah satu cagar budaya yang menjadi ikon bersejarah di Samarinda.
Pria yang akrab disapa AH itumenekankan pentingnya membangun spiritualitas masyarakat sebagai landasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual yang menjadi dasar keberlanjutan pembangunan,” tambahnya.
Sebagai bagian dari visi ini, Pemkot Samarinda tengah merancang berbagai program revitalisasi untuk mengembangkan sektor pariwisata sejarah dan budaya.
Satu diantara rencana utamanya adalah pembangunan pusat budaya dan sejarah di Samarinda Seberang, tempat yang dikenal sebagai cikal bakal berdirinya Kota Samarinda.
“Kami ingin menghidupkan kembali potensi lokal, seperti Sarung Samarinda, melalui pembangunan infrastruktur modern yang tetap menghormati nilai-nilai tradisional,” ujar AH.
Rencana tersebut mencakup pembangunan gedung pelayanan publik berkonsep wisata sejarah, yang akan terintegrasi dengan beberapa lokasi bersejarah, seperti makam La Mohang Daeng Mangkona, Masjid Shirathal Mustaqiem, dan rumah tua bersejarah yang kini digunakan sebagai kantor kelurahan.
Sebagai simbol pelestarian budaya, AH dan jajaran mengenakan Sarung Samarinda dalam kegiatan tersebut.
“Ini bukan hanya tentang melestarikan budaya, tetapi juga membangun identitas Samarinda sebagai kota yang unik dan bernilai sejarah tinggi,” tutupnya.
Editor Aspian Nur