Zuliadin, sopir minibus itu kepada Korankaltim.com menceritakan kronologis terbakarnya kendaraan yang dibawanya. Saat itu pria berusia 46 tahun ini sekitar pukul 04.30 WITA seperti biasa mengantarkan karyawan perusahaan tambang dari Hexindo menuju KM 5 Desa Purwajaya Dalam di Loa Janan, Kutai Kartanegara sekaligus menjemput karyawan yang pulang.
Setelah selesai antar-jemput ia pun memarkirkan kendaraan tersebut dihalaman parkir tak jauh dari kediamannya. Sekitar pukul 09.23 WITA Zuliadin dihubungi warga sekitar yang mengatakan mobil minibus yang biasanya digunakan untuk antar-jemput terbakar. Zuliadin pun segera ke lokasi parkiran minibus.
"Saya subuh tadi seperti biasa antar-jemput karyawan, tidak ada masalah dengan mobil tetapi paginya dapat kabar mobil terbakar, makanya langsung ke sana," sebut Zuliadin.
Warga sekitar bernama Sutopo mengatakan sekitar pukul 07.00 WITA mobil tersebut baru saja mengantar jemput karyawan perusahaan tambang dan parkir di lokasi tersebut. "Saya saat itu lagi dirumah, terus lihat ada mobil terbakar dan langsung saya datangin," kata pria 60 tahun itu.
Awal titik api disebut Sutopo dari depan bagian bawah mobil. Setelah itu dirinya pun langsung menghubungi petugas dinas pemadam (Disdamkarmat) terdekat. "Karena tidak ada peralatan memadamkan, saya langsung hubungi petugas (disdamkar)," jelas Sutopo lagi.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsek Samarinda Seberang AKP Baihaki mengatakan anggota polisi langsung menuju lokasi begitu menerima laporan.
Dari keterangan saksi-saksi diketahui api berasal dari bagian bawah. "Dugaan sementara akibat korsleting kelistrikan mobil, tetapi pastinya masih akan didalami lagi," terangnya.
Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp150 Juta. "Tidak ada korban jiwa, dan hanya kerugian material dari mobil yang terbakar," ujar Baihaki.
Editor: Aspian Nur