Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah menegaskan dukungan penuh terhadap program pembangunan yang digagas Pemkot Samarinda.
“Kami akan terus mendukung upaya yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim menyebut peringatan ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan sejarah berdirinya kota.
Ia mengingatkan pentingnya menghormati perjuangan masyarakat Wajo yang menjadi pendiri awal Samarinda.
“Sejarah Samarinda tak bisa dipisahkan dari perjuangan masyarakat Wajo yang melawan penjajahan. Filosofi ‘Samarendah’ yang berarti kebersamaan harus tetap menjadi pedoman kita,” tegas politikus PKS tersebut.
Rohim juga mengapresiasi capaian Pemkot di bawah kepemimpinan Andi Harun, seraya mengingatkan pentingnya memprioritaskan pembangunan sesuai RPJMD.
“Kita harus memastikan program berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dalam pidatonya, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memaparkan berbagai capaian penting, termasuk proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai lebih dari Rp700 miliar.
Proyek ini bertujuan untuk membangun rumah sakit bertaraf internasional tanpa menggunakan dana APBD.
“Proyek ini merupakan kado istimewa di Hari Jadi Kota Samarinda. Rumah sakit ini akan menjadi wujud mimpi kita bersama,” ujar pria yang akrab siapa AH itu.
AH klaim proyek tersebut telah memasuki tahap lelang sejak 20 Januari 2025. Selain itu, Pemkot Samarinda memberikan penghargaan kepada 14 veteran sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka.
Piagam penghargaan dan tali asih diserahkan langsung dalam acara tersebut.
Editor: Erwin