Kegiatan pembinaan yang bertujuan untuk memperkuat ideologi dan kepemimpinan ini diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dari SD, SMP/MTs, serta SMA/SMK Muhammadiyah se-Kota Samarinda.
Wakil Ketua PW Muhammadiyah Kaltim Bidang Pendidikan, Jaswadi menyampaikan bahwa terdapat lebih kurang 600 lebih pendidik dan tenaga kependidikan dilingkungan Muhammadiyah. Namun, untuk melihat efektivitas kegiatan dan pendalaman materi, sesi ini hanya diikuti oleh 50 persen dari total pendidik dan tenaga kependidikan.
“Bidang pendidikan ini memiliki program, satu diantaranya adalah penguatan Al-Islam Kemuhammadiyahan bagi pendidik dan tenaga kependidikan se-Kaltim,” kata Jaswadi.
Selanjutnya, penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan diwujudkan dalam bentuk Baitul Aqrom. Kegiatan ini, seperti yang ditegaskan oleh Jaswadi, memang wajib diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan Muhammadiyah.
Kota Samarinda dipilih menjadi pelopor berlangsungnya Baitul Aqrom dengan 242 peserta yang hadir.
“Karena semua lebih dari 600, makanya harus dibagi menjadi dua. Jika kita tidak melaksanakan ini, nantinya Muhammadiyah akan kesulitan dalam hal kaderisasi,” imbuhnya.
“Karena guru di Muhammadiyah inikan silih berganti, maka tentu guru-guru yang baru saja masuk belum memahami tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” lanjutnya.
Nantinya, masing-masing peserta akan menyamakan visi, misi dan persepsi yang kemudian akan dilanjutkan ke sekolah masing-masing.
Dari situ, dia meyakini akan membentuk karakter muslim yang sesuai dengan ajaran Islam, yakni Al-Qur’-an dan Hadis.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Samarinda, Damingun juga menekankan pentingnya Baitul Aqrom dalam internal Muhammadiyah.
“Di Muhammadiyah itu, ketika seseorang ingin berkhidmat didalamnya, dia seharusnya mengetahui apa itu Muhammadiyah. Jadi ini untuk penanaman ideologinya,” kata Damingun.
Materi-materi yang disampaikan juga seputar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sistem atau mekanisme organisasi, termasuk bagaimana peribadatan dalam Muhammadiyah.
Editor: Erwin