Pengaspalan dicanangkan dikarenakan terjadi ketidakrataan proses pengecoran di kedua sisi jalan yang disebabkan oleh pembongkaran pengerjaan drainase dan pipa milik Perumdan Tirta Kencana pada 2024 lalu.
Meskipun pekerjaan jalan telah dilaksanakan dengan cukup baik, tetapi hasilnya dinilai masih belum sempurna. “Saya sudah berikan catatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya untuk memperbaiki ini,” ujar Walikota Samarinda, Andi Harun.
Tak hanya satu titik saja, menurutnya dampak dari pengerjaan drainase ini, menjadi penyebab diharuskan pengaspalan ulang untuk menyamakan level jalan. Pemasangan cor yang tidak rapi di Jalan KS Tubun dan Jalan Pasundan ini bukan satu-satunya yang dikritisi orang nomor satu di Samarinda.
Belakangan, Jalan Bhayangkara yang baru rampung dengan proyek pemasangan pipa Perumdam Tirta Kencana ini juga akan diaspal pada tahun ini. “Jadi setelah pemasangan betonnya, maka nanti akan diaspal, agar lebih mulus,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, AH memastikan banjir yang biasanya terjadi cukup lama di Jalan Pasundan jika dilanda hujan dengan intensitas tinggi sudah berangsur-angsur menjadi lebih baik.
Walaupun begitu, ia tetap memberikan catatan pada kontraktor maupun PPK agar finishing pekerjaan harus mulus dan sempurna.
“Kalau kualitas betonnya sudah bagus, tapi finishingnya, saya lihat ada leveling antara jalan lama dan jalan baru. Ada sekitar 2-2,5 centimeter (cm) tapi ini cukup berbahaya untuk pengendara,” tegasnya.
Dengan pengerjaan yang sudah dirancang sempurna sejak awal, menurutnya kontraktor tidak perlu kerja dua kali, apalagi sampai ditegur olehnya.
Editor: Erwin