Rabu, 01/01/2025

BNNK Samarinda Intensifkan Pemberantasan Narkoba di Kampung Tenun dan Lambung Mangkurat

Rabu, 01/01/2025

Kepala BNNK Samarinda Kombes Pol Sutrisno Hady Santoso. (Foto: Nancy/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

BNNK Samarinda Intensifkan Pemberantasan Narkoba di Kampung Tenun dan Lambung Mangkurat

Rabu, 01/01/2025

logo

Kepala BNNK Samarinda Kombes Pol Sutrisno Hady Santoso. (Foto: Nancy/Korankaltim.com)

Penulis: Nancy

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Meski fokus dengan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda tetap melakukan penindakan bersama dengan BNN Provinsi Kaltim.

Hal ini disampaikan Kepala BNNK Samarinda, Sutrisno Hady Santoso saat rilis akhirnya tahun. Ia mengatakan pihaknya pun memiliki tim berantas yang saat ini aktif melakukan pemetaan atau maping, lokasi-lokasi yang terindikasi masih signifikan peredaran narkobanya.

“Dua lokasi yang ter-maping oleh tim BNNK, yaitu Kampung Tenun Samarinda Seberang dan Jalan Lambung Mangkurat Kelurahan Pelita,” ungkapnya.

“Jadi saat ini masih cukup banyak terjadi peredaran di dua lokasi tersebut, walaupun memang saat ini mereka sembunyi-sembunyi. Kalau untuk beberapa titik lainnya, ya masih ada, tetapi tidak semasif di dua lokasi itu,” sambungnya.

Untuk itu kedepannya, dua lokasi tersebut akan menjadi konsen BNNK bersama BNNP Kaltim, mengembalikan, Kampung Tenun dan Lambung Mangkurat menjadi salah satu ikon Samarinda yang pernah berjaya dulunya.

“Kampung tenun ini kan ikon Samarinda, siapa yang tidak tahu, tetapi kalau sekarang bicara soal kampung tenun, orang mengarahnya sudah ke kampung narkoba, sama halnya dengan Lambung Mangkurat, dulunya disebut kampung nasi kuning, sekarang menjadi salah satu kawasan rawan peredaran narkoba. Makanya, kedepannya kami akan fokus pada dua lokasi ini, mengembalikan seperti sebelumnya,” bebernya.

Disinggung soal Jalan Pesut Kelurahan Sungai Dama yang juga menjadi salah satu kawasan rawan peredaran narkoba, ia menyebutkan dibandingkan dua lokasi tersebut kawasan yang sudah menjadi kampung bebas dari narkoba tersebut, diakuinya mulai terjadi penurunan.

“Karena memang disana ada kepedulian dari masyarakatnya, berani menolak adanya narkoba. Jadi prinsipnya itu sesuai prinsip ekonomi supply and  demand, kalau hanya mematikan supply (bandar), selama masih ada permintaan tentu akan bermunculan bandar-bandar baru, tetapi ketika permintaan tidak ada, sebanyak apapun akan mati dengan sendirinya,” sebutnya.

Sehingga memang perlu menumbuhkan kesadaran masyarakat, terkait bahayanya narkoba yang dapat merusak generasi bangsa.

“Caranya tentu melalui pemberdayaan masyarakat (P2M), misalnya dengan memanfaatkan instrumen program advokasi serta informasi dan edukasi melalui pendekatan, yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga melibatkan transformasi perilaku, dan pola pikir. Terutama di kalangan generasi muda, sebagai kelompok yang rentan terhadap pengaruh narkoba,” terangnya.

Karena tambah Sutrisno advokasi tersebut memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat, dan mendorong kebijakan yang mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika.

“Ini dilakukan melalui program prioritas yakni desa/kelurahan bersinar (berbasis sumber daya pembangunan desa),” pungkasnya.


Editor: Erwin

BNNK Samarinda Intensifkan Pemberantasan Narkoba di Kampung Tenun dan Lambung Mangkurat

Rabu, 01/01/2025

Kepala BNNK Samarinda Kombes Pol Sutrisno Hady Santoso. (Foto: Nancy/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait