Hal itu dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari IGD RSUD AWS Samarinda.
“Kami terima laporan untuk melakukan pemotongan bering kepada salah seorang pasien di alat kelamin, sepertinya dipaksakan masuk ke alat kelamin tersebut,” ujar Fajar.
Dia menerangkan, akibat hal tersebut kondisi pasien sebelumnya terkendala tidak bisa buang air kecil. “Alhamdulillah untuk penanganan kita berhasil atasi,” sebutnya.
Lebih lanjut, bering yang tersangkut di alat kelamin tersebut merupakan bering motor. “Bering motor yang ada pelornya itu masuk ke alat kelamin laki-laki, dan saat kita bertanya alasan pasien memasukkan bering itu dia hanya diam,” ucapnya.
Selama proses pemotongan bering tersebut Fajar juga mengaku mengalami kendala sebab bering itu memiliki diameter yang tebal serta terbuat dari baja.
“Jadi untuk proses pemotongan sendiri kita menggunakan gerinda kecil, yang biasa dipakai untuk pemotongan cincin dengan memakan waktu hampir satu jam setengah,” jelasnya.
Fajar juga menggambarkan bahwa kondisi alat kelamin laki-laki tadi sebelum di potong mengalami pembengkakan. “Serta banyak luka-luka, mungkin beliau memaksakan untuk mengeluarkan bering itu,” tandasnya.
Editor: Erwin