Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim untuk disulap menjadi kawasan pertanian.
Hal ini disampaikan Kepala DPTPH Kaltim Siti Farisyah Yana. Dengan adanya lahan bekas tambang diyakininya bisa untuk budidaya tanaman pangan.
"Selain itu ekosistem dalam menjaga lingkungan hidup itu penting, sebab apabila lahan bekas tambang itu tidak dimanfaatkan atau direklamasi sebagai satu sistem (pertanian) maka sangat disayangkan," ujar Yana kepada Korankaltim.com Senin (23/12/2024) hari ini.
Untuk kesuburan di Kaltim menurutnya bukan berada pada tanahnya tetapi ada di tanaman. "Seringkali orang salah tanggap dengan adanya tanaman hutan seolah-olah tanah di Kaltim subur padahal kesuburan itu ada ditanaman sehingga apabila ada tanaman di tanah yang kosong pasca tambang berarti sudah mengembalikan kesuburan," ungkapnya.
Kemungkinan tanaman yang dapat tumbuh subur di tanah eks tambang batu bara ini adalah tanaman yang memiliki akar panjang dan dalam. "Sebab setiap tumbuhan yang memiliki akar yang dalam itu akan menjaga sirkulasi air kemudian memperbaiki struktur tanah," jelas Yana lagi.
Tanaman yang memiliki potensi tumbuh di lahan eks tambang diantaranya adalah pohon kakao, lengkeng, sereh wangi, jagung hingga rumput odot sebagai pakan hewan ternak.
Selain itu beberapa titik lahan eks. tambang di Kaltim juga ada yang dimanfaatkan sebagai kawasan peternakan, sehingga ini bisa menjadi alternatif lain selain dijadikan sebagai kawasan pertanian dan perkebunan.
Editor: Aspian Nur