Bendungan Babulu berada di daerah aliran Sungai Babulu dan Das Telake yang nantinya akan mampu memproduksi air bersih sekitar 5 hingga 10 liter per-detik. "Jadi bisa memenuhi pasokan air untuk desa Sumber Sari, Desa Rawa Mulia, Desa Babulu Laut dan Desa Rintik," ujar Akmal Malik.
Data yang dimiliki empat desa itu adalah desa dengan angka kemiskinan yang tinggi. "Setelah ini kami ingin Pj Bupati PPU bisa lebih memperhatikan lagi pengaliran airnya bisa sampai ke rumah masyarakat," harap Akmal.
Perlu juga didorong dengan kolaborasi yang baik dari lintas sektor seperti PLN, dan ini ungkap Akmal Malik harus dikawal oleh Pj Bupati PPU sehingga bisa terealisasikan dan masyarakat mendapatkan air yang bersih. "Percuma dibuatkan bendungan dibuatkan intake yang bagus tetapi airnya tidak mengalir ke masyarakat," ujarnya.
Walaupun aliran airnya tergolong kecil dengan skala hanya 5 hingga 10 liter per-detik diharapkan bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat khususnya di 4 desa ini.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR PERA) Provinsi Kaltim, Aji Fitra Firnanda, menerangkan Sebelumnya Bendungan Babulu dibangun sejak tahun 1978, dengan sumber air dari Sungai Babulu.
"Tetapi karena umur, banyak kerusakan di tubuh bendungan lalu endapan di genangan yang mana genangan ini luasnya sekitar 4,3 hektar serta kerusakan di pintu air," kata Fitra.
Sebab banyaknya PR ini membuat fungsinya kurang optimal. Secara fungsional Bendungan Babulu, jelas Firnanda, mengaliri air sawah 328 hektare. "Secara potensial ada 520 hektare yang bisa di aliri oleh bendungan ini, makanya hal tersebut sejalan juga dengan asta cita Presiden RI untuk swasembada pangan, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi untuk mengoptimalkan Bendungan Babulu," jelas Fitra.