Proyek ini diharapkan mampu kembali menghidupkan fungsi taman sebagai ruang publik juga membawa dampak besar pada pendidikan dan ekonomi masyarakat.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan revitalisasi ini dilakukan dengan pendekatan inklusif, tanpa meninggalkan identitas asli taman.
Meskipun sempat muncul usulan untuk mengganti nama taman menjadi ‘Taman PKK’, namun Pemkot tetap mempertahankan ‘Taman Cerdas’ sebagai simbol karakter dan tujuan taman tersebut.
“Kami fokus pada esensi taman ini, bukan hanya namanya. Yang terpenting adalah bagaimana taman ini memberikan manfaat yang nyata bagi warga Samarinda,” ujar Andi saat diwawancarai Korankaltim.com, Rabu (11/12/2024).
Menurutnya, revitalisasi yang mulai berlangsung pada Juli 2024 mencakup perbaikan infrastruktur, pembaruan desain dan penambahan fasilitas baru.
Salah satu inovasi utama adalah pembangunan perpustakaan di tengah taman, yang diharapkan bisa menjadikan taman sebagai ruang belajar terbuka.
Selain itu, wisata kuliner yang sudah ada akan dikembangkan lebih lanjut untuk menjadikan sebagai pusat aktivitas ekonomi lokal.
Pendekatan ini, menurut Andi, bertujuan menciptakan sinergi antara ruang hijau dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Taman ini bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga titik temu antara edukasi, budaya, dan ekonomi. Kami ingin menghadirkan konsep yang menyeluruh untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar,” tegas Andi.
Hingga November lalu, proyek ini telah mencapai 75 persen penyelesaian dan diharapkan rampung sebelum pergantian tahun. Pemkot Samarinda berkomitmen untuk terus memantau proses revitalisasi guna memastikan hasil yang maksimal.
“Saya akan terus memantau langsung progres di lapangan dan memberikan informasi transparan kepada masyarakat,” tuturnya.
Editor: Erwin