Pelaksanaan uji coba tersebut ditinjau langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun bersama jajaran Kodim 0901/Samarinda, Korem 091/ASN dan Polresta Samarinda.
Kunjungan dimulai pada TK Kartika V/11, SDN 004, dan SMP 4 yang keseluruhannya berada di Kecamatan Samarinda Ulu.
Para pelajar yang mendapatkan makanan menyantap dengan lahap ayam bumbu, sayur tumis, nasi putih, tahu/tempe, buah pisang/jeruk, serta susu UHT. Paket makan siang gratis tersebut seharga Rp15 ribu per porsi.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengaku setelah percontohan pemberian makan siang gratis akan menginventarisasi lahan yang akan dipakai untuk dapur sehat.
“Beberapa dapur sudah siap, dan beberapa lokasi yang sedang kita inventarisasi juga menjadi dapur. Ada dua petugas yang mendapatkan sertifikat dari Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Andi Harun kepada Korankaltim.com.
Sesuai permohonan, warga asli Samarinda yang diminta menjadi koki, sudah dikabulkan. Sehingga saat peninjauan ini, keduanya hadir untuk menjelaskan nilai gizi dalam paket makanan yang disajikan kepada para pelajar.
Keduanya nanti menjadi koordinator dapur sehat untuk makan siang gratis yang rencananya bakal dimulai pada 2025 mendatang.
“Uji coba yang kita lakukan hari ini. Kurang lebih harga per porsi Rp15 ribu. Karena yang disampaikan Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, setiap daerah berbeda,” tuturnya.
“Mungkin kalau di daerah Jawa Rp10 ribu cukup, kalau di Samarinda atau di lain tidak cukup berdasarkan harga bapokting,” lanjutnya.
Sementara itu, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, menyampaikan bahwa standar makanan yang diberikan ini sudah sesuai dengan BGN.
Bahkan, diberikan bocoran untuk makan siang ini jumlah kalori yang diberikan hanya 380 untuk TK, sedangkan 450 untuk SD dan SMP.
“Jadi ini adalah program yang akan dijalankan di 2025 mendatang. Program makan bergizi, dapurnya sekarang sudah siap,” jelas Anggara.
Satu dapur nantinya akan mengelola 2.000 sampai 3.000 porsi makan. Sehingga akan ada beberapa dapur tambahan yang akan dibangun.
Pihaknya juga masih menunggu respons lanjutan dari Pemerintah Pusat. Tak menyebutkan jumlah pasti yang sudah ada, namun Samarinda masih membutuhkan sembilan dapur untuk seluruh siswa TK, SD, SMP dan SMA di Kota Tepian.
“Nanti titiknya tentu harus dikoordinasikan dengan BGN pagi ini kita laksanakan. Sebelum itu, kita jalan paling tidak kita mengetahui dulu ketika dilaunching pada 2025 kita sudah tidak kaku lagi dan sudah mencoba penyiapan serta distribusinya bagaimana,” pungkasnya.
Editor: Erwin