Asisten Manajer Humas, Khaidir Fadli mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin dalam progres perbaikan tersebut.
Pengerjaan interkoneksi pipa 400 MM dilakukan setelah mendapatkan Bantuan Keuangan (Bankeu).
“Itu dapat bantuan dikarenakan seringnya pipa kami yang mengalami pecah. Jadi keluhannya dari masyarakat, kalau dari debit air sering sekali pecah, ” kata Khaidir pada Koran Kaltim, Senin (9/12/2024).
Selama pengerjaan berlangsung, distribusi air nantinya akan mati total selama 24 jam. Para pelanggan diinginkan dapat memahami situasi dan kondisi karena hal ini merupakan solusi dari banyaknya kebocoran yang terjadi.
Meski begitu, Khaidir mengaku pengerjaan bisa saja lebih cepat, karena seluruh peralatan sudah tersedia dilokasi. Namun, untuk aliran kembali normal dibutuhkan waktu lebih.
“Karena jika debit air langsung dibuka kencang, maka mengakibatkan pipa bisa pecah. Jadi kami alirkan perlahan. Setelahnya, perlahan baru mulai deras,” imbuhnya.
Diakui Khaidir, bahwa keluhan memang banyak yang masuk mengenai kebocoran pipa di kawasan tersebut, khususnya di jalur IPA Loa Bakung.
“Memang sering bocor, karena tekstur tanah juga kan. Terlebih pipa yang ada disana juga usianya sudah tua-tua, jadi tepat kami lakukan pergantian sekarang,” tuturnya.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat terkait dampak kegiatan relokasi pipa tersebut.
Daerah terdampak selama pengerjaan berlangsung yakni Jalan Jakarta, Jalan Padat Karya Ujung, Jalan Manunggal, Jalan Teluk Ambulung, Jalan Ir Sutami, Wilayah Perum Karpotek, Jalan Rapak Indah, Jalan Teuku Umar.