Kegiatan pembongkaran yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi SKM dan program pengendalian banjir itu sudah dilakukan pada Kamis (5/12/2024) pagi kemarin dan kini bantaran sungai telah terlihat bersih.
Di lokasi orang nomor satu di Kota Samarinda ini turut menyaksikan satu bangunan sebagai simbolis yang dirubuhkan Dinas PUPR hari ini.
Andi Harun mengatakan program ini bentuk mobilisasi dukungan dari warga. Ia tak menyangka masyarakat antusias mendukung program kerjanya itu.
“Benar-benar diluar dugaan, biasanya program seperti ini alot karena kontroversi di masyarakat. Tapi ini justru berbanding terbalik, dan dipelopori dukungan dari warga,” kata pria yang akrab disapa AH itu.
“Kalian tadi bisa dengar mereka antusias, dan kita sedang memikirkan konsep. Saya juga tidak tahu, apakah nanti kita bisa jalankan atau tidak, konsepnya kita akan bedah fasad (tampak luar) didepannya,” tambahnya.
Dia juga sudah meminta pada lurah, camat dan Dinas Perkim Kota Samarinda agar rumah yang berada paling ujung arah ke Jalan Gatot Subroto dari Gang Bakti turut dilakukan pembongkaran.
Meski begitu, satu bangunan yang belum dibebaskan itu bukan program dari segmen ini. Katanya, yang diperuntukkan kemudahan akses mobil keluar dan masuk.
“Ada konsep, kita akan jadikan kawasan ini sebagai kuliner nasi kuning. Karena merk branding Lambung Mangkurat yang terkenal sebagai kampung nasi kuning,” tegasnya.
Melihat langsung pengerjaan pembongkaran tersebut, AH mengaku sudah punya gambaran, setelah program ini selesai, Pemkot Samarinda akan masukkan bedah fasad pada bagian depan.
“Supaya menarik dari sisi wisata, dan ini akan dibiayai oleh pemerintah. Kita benahi bagian depan rumah warga, supaya semua bisa rata, sehingga saat orang datang bisa asik dan menarik,” pungkasnya.
Dia mengharapkan, kawasan itu bisa menjadi ikon baru sebagai ‘Kampung Nasi Kuning’ di Kota Samarinda.
Editor: Erwin