Kabarnya, penutupan jembatan itu akan berlangsung pada pukul 21.00-05.00 Wita karena akan dilakukan pemeriksaan untuk menjamin keamanan struktur dan keselamatan para pengguna.
Mengenai hal ini, Kepala Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti menjelaskan memang pihaknya yang melakukan penutupan terkait aktivitas itu.
“Kita memang melakukan penutupan jalan terkait dengan uji jembatan, khususnya pada uji terhadap fungsi jembatan. Hal ini memang sudah direncanakan, karena memang ada kaitannya dengan usulan kita,” kata Desy pada Korankaltim.com, Kamis (5/12/2024).
Sebelumnya Desy mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat tentang penilaian kekuatan jembatan.
Namun, meski pihaknya yang melakukan penutupan, namun tes dan uji jembatan dari dilakukan langsung oleh Kementrian PUPR.
Ia menegaskan waktu yang diambil ini untuk menghindari kepadatan lalu lintas. Maka di luar jam yang sudah ditentukan masih bisa dilintasi.
“Bisa, makanya itu kenapa mungkin dilakukan malam, supaya posisi lalu lintas juga tidak padat,” tutur Desy.
Dengan adanya uji ini, dia mengharapkan paling tidak pada Januari hasilnya bisa diterima. Meski begitu, dia menegaskan hasil yang keluar bukan yang menyatakan boleh atau tidak boleh. Tetapi lebih pada penilaian.
“Hasilnya bukan boleh atau tidak boleh, tapi lebih kepada mereka memberikan masukkan atau memberi penilaian, atau apa-apa yang harus kita lakukan itu,” tegasnya.
Hasilnya nanti juga akan disertai dengan rekomendasi yang harus dilakukan apabila ingin menggunakan secara penuh kembali jembatan itu.
Kata Desy, adanya tes dan uji jembatan ini berkaitan dengan abrasi yang terjadi dibawah Jembatan Achmad Amin pada 2021 silam.
Abrasi atau longsor yang terjadi itu dikarenakan adanya pekerjaan. Dia menegaskan untuk itu sudah ditangani. Pihaknya sudah melakukan perbaikan dan penambahan kekuatan terhadap pylon pada saat itu.
“Nah itulah yang kita uji, apakah kemarin yang kita lakukan itu tidak lagi ada penurunan terhadap fungsi atau kekuatan jembatan, itu sebetulnya yang kita minta masukkannya atau penilaiannya. Masih ada sensor keamanannya hingga sekarang,” tutupnya.
Editor: Erwin