Namun Saldi ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa, mengambang di atas Sungai Mahakam sebuah galangan di Jalan Pelabuhan Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, sekitar pukul 08.26 WITA.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Polairud AKP Rahmat Aribowo menjelaskan, awalnya mereka mendapatkan laporan dari pihak Galangan Muara Kaltim Perkasa mengenai hilangnya seorang ABK dari LCT Muara Juwita siang kemarin.
"Setelah menerima laporan itu anggota langsung menuju ke lokasi kejadian di Pulau Atas untuk mencari informasi, meminta keterangan saksi," papar Rahmat siang tadi.
Dari keterangan para saksi-saksi akhirnya dilakukan pencarian terhadap Saldi yang kesehariannya bekerja sebagai juru masak tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan pemuda tersebut.
"Dari keterangan para saksi, sebelum kejadian almarhum terindikasi minum miras (minuman keras) tetapi kami belum bisa simpulkan, apakah benar terjatuh karena hilang kesadaran atau seperti apa, karena tidak ada yang melihat langsung," ungkap Rahmat.
"Kami masih menunggu hasil visum rumah sakit, apakah ada tanda-tanda kekerasan atau tidak. Tetapi kalau penglihatan luar, tidak ada tanda-tanda kekerasan, jadi dugaanya terjatuh," imbuhnya.
Pagi tadi aparat kepolisian mendapat informasi lagi adanya jasad yang ditemukan mengambang di Sungai Mahakam di salah satu galangan kapal Jalan Pelabuhan.
"Setelah menerima informasi itu kami langsung cek kesana dan ternyata benar, jasad itu ada ABK yang hilang, sesuai dengan ciri-cirinya, baik dari pakaian maupun potur tubuhnya," papar Rahmat.
Bersama Tim SAR Gabungan polisi langsung melakukan evakuasi jasad Saldi dari sungai ke darat, dibawa menggunakan ambulans PMI ke kamar jenazah RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS).
"Evakuasinya menggunakan speed boat Polairud, dibawa menggunakan ambulans PMI ke rumah sakit untuk divisum," tutup Rahmat.
Editor: Aspian Nur