“Tiap tahun kami bekali remaja-remaja terutama yang sudah tergabung, kami bekali mereka karena kalau curhat jarang sekali ke orangtua mereka,” kata Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Waode Rosliani kepada Korankaltim.com Minggu (10/11/2024).
Remaja biasanya lebih memilih teman-teman sebaya untuk mencurahkan isi hatinya sehingga pihaknya memberikan bekal pada kader PIK Remaja untuk menjadi konselor sebaya, termasuk bagaimana cara menjadi pendidik yang sebaya. Setelah mereka mendapatkan bekal itu, kemudian kader tersebut terjun langsung ke PIK Remaja yang ada diseluruh Kota Samarinda.
“Jumlah PIKR saat ini ada sekitar 75 orang, untuk BKB (Bina Keluarga Balita), setiap tahun punya orientasi, dengan pola asuh yang benar, terutama pada seratus hari pertama kehidupan,” papar Waode.
Selain itu, Tim Pendamping Keluarga yang dimiliki DPPKB Samarinda 969 orang yang tersebar di 10 kecamatan. DPPKB Samarinda rutin melakukan pembekalan pada kader di lapangan agar mereka memumpuni dalam menberikan edukasi awal, supaya masyarakat bisa memahami terkait keluarga berencana.
“Mereka ada tiga unsur didalam, kader PKK, kader KB dan ada bidan. Jadi kalau mereka menemukan dalam melakukan pendampingan, menemukan sasaran yang perlu segera dirujuk, maka bidan yang maju,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur