Hal ini diungkapkan Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Effendi saat ditemui di posko pencarian di Jalan Untung Suropati Kelurahan Karang Asam Ulu, tepatnya di Dermaga Mahakam Ulu.
“Hari kedua ini, upaya-upaya kami lakukan, dengan metode penyisiran sejauh 500 meter, tetapi tim gabungan tetap melakukan pencarian dengan jangkauan lebih luas, hingga ke jembatan Mahakam, itu sejauh 2 km,” ujarnya, Selasa (5/11/2024).
Pelaksanaan pencairan remaja tersebut dilakukan secara bergantian oleh tim gabungan dengan memanfaatkan enam alat utama yang dimiliki. Mengenai kendala yang dihadapi tim SAR gabungan ketika melakukan upaya pencarian. Ia mengaku tidak ada, hanya saja memang arus sungai cukup deras, serta banyaknya kapal besar yang melintas.
“Sehingga, kami mengimbau kepada tim untuk tidak terlalu dekat dengan kapal-kapal besar, menghindari insiden. Jangan sampai tertarik arusnya kapal, harus tetap menjaga keselamatan,” terangnya.
Mengenai, pencarian dengan mengunakan metode penyelaman serta pembuatan pusaran, diakuinya tidak akan dilakukan karena indikasinya korban telah terbawa arus.
“Kalau pusaran kan ada kapal-kapal besar, disitu bisa membantu, sedangkan penyelaman itu sudah dilakukan secara manual, dibantu warga,” sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Senin (4/11/2024) sekitar pukul 15.30 WITA Rizaldi (14) bersama dengan teman-temannya berenang di dekat Dermaga Mahakam Ulu. Menurut keterangan rekan korban, Galih (16) saat itu ia berenang bersama dengan lima temannya, dua diantaranya perempuan.
“Saat itu dia (korban) melompat dari atas kapal yang sandar, awalnya dia bisa berenang terus, saat kebawa arus dia minta tolong,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian Senin (4/11/2024) kemarin.
Akhirnya ia pun langsung berupaya menolong korban yang terbawa arus sejauh 50 meter, saat itu korban sempat panik, sehingga membuat Galih pun kelelahan lantaran, ditarik korban.
“Saya sempat menolong sama teman satu orang lagi, tetapi dia panik tarik-tarik baju saya, sampe mata saya buram, setelah itu pegangannya terlepas, dan dia sudah gak kelihatan lagi,” tuturnya.
Editor: Erwin