Penanaman bibit pohon kakao di lahan bekas tambang PT. Berau Coal itu merupakan kepedulian pemerintah provinsi terhadap pemanfaatan lahan pasca tambang.
"Penanaman ini biasa dilakukan dan diagendakan selama dua kali dalam satu bulan, dengan berkunjung ke (perusahaan) pemilik IUP serta melihat ikhtiar mereka untuk mentransformasikan lahan eks tambang ke pertanian," kata Akmal kepada Korankaltim.com di lokasi penanaman siang tadi.
Selain pemanfaatan sebagai pertanian menurutnya juga sebagian lahan digunakan sebagai wisata, edukasi, serta peternakan.
Menurut Akmal, perusahaan pertambangan itu bukan hanya soal pengerukan batu bara saja, tetapi juga mendukung ke bidang pertanian serta perkebunan. "Apalagi bibit pohon kakao disini merupakan bibit unggul yang didatangkan dari Jawa Timur," sebut Akmal.
Hal ini menurut Akmal Malik merupakan contoh yang harus digelorakan, sebab sudah ada 500 ribu lebih (hektar) lahan yang telah dikembalikan oleh pemilik IUP ke pemerintah.
Editor: Aspian Nur