Kepada Korankaltim.com, ibu remaja putri itu menjelaskan, ulah remaja berstatus pelajar itu ketahuan suaminya. Saat kejadian wanita 31 tahun itu bersama sang suami pergi bekerja dan saat itulah pelaku datang ke rumah mereka dan masuk ke dalam rumah karena pintu tak dikunci.
"Pintu rumah memang tidak dikunci karena akses keluar hanya itu saja, tetap kamar anak saya dikunci. Pelaku ketuk pintu kamar anak saya kemudian dibukakan," ujar wanita itu saat ditemui di Polsek Samarinda Kota Senin (28/10/2024) hari ini.
Disitulah pelaku langsung melancarkan aksinya dengan melakukan oral terhadap korban. Setelah puas pelaku langsung mengenakan celananya.
"Tidak sampai disetubuhi, karena anak saya lagi datang bulan, jadi pelaku melakukan oral. Disitu anak saya sempat diancam kalau tidak mau, nanti dia tidak punya teman di sekolah dan di-bully, makanya dia mau gak mau menuruti kemauan pelaku," ungkap wanita itu.
Setelah melakukan itu, ayah korban datang ke rumah lantaran perasaan tidak enak, yang saat itu posisinya memang sedang belanja untuk keperluan di kerjaannya.
"Suami saya chat sama putri kami dan tanya dimana dan jawabnya singkat-singkat, terus anak kami menelpon berkali-kali tetapi tidak diangkat ayahnya. Karena perasaannya tidak enak, makanya ayahnya setelah belanja langsung pulang ke rumah," ujarnya.
"Saat di depan rumah, ayahnya lihat ada motor sama sendal, ternyata anak saya sama pelaku di dalam kamar, itu dikunci, lama baru dibuka, sempat emosi ayahnya, tetapi masih ditahan," sambungnya.
Kemudian sang ayah pun menghubungi sang istri, serta saudara-saudara iparnya untuk datang ke rumah, lantaran pelaku diduga telah melakukan perbuatan cabul ke korban.
"Kami semua ngumpul dan langsung bertanya kepada pelaku apa yang sedang dilakukan, awalnya dia gak ngaku katanya hanya numpang istirahat. Saat mau dibawa ke kantor polisi baru dia ngaku," imbuhnya.
Ditanya soal dari mana pelaku dan korban tersebut saling mengenal, dari pengakuan sang anak, mereka kenal melalui media sosial (medsos) Instagram, kemudian bertukar nomor telepon.
"Kenalnya lewat IG, itu anak saya cerita dia punya teman, ya itu pelaku, dan alumni tempat dia sekolah sekarang. Jadi, kenalnya itu baru sebulanan ini," paparnya.
Tak hanya itu saja, ternyata berdasarkan pengakuan sang anak, perbuatan pelaku itu pun bukan yang pertama kali melainkan kedua kalinya.
"Perbuatan itu kedua kalinya, sebelumnya dia pernah datang ke rumah pas Maghrib, saya sama ayahnya juga kerja, kebetulan masuk siang. Tetapi di rumah itu ada anak saya yang kecil (adik korban), dia dikasih uang pelaku, supaya masuk kamar, barulah pelaku masuk ke kamar, melakukan perbuatan cabul, dengan memegang area sensitif anak saya," pungkasnya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Kota Kompol Tri Satria Firdaus mengakui adanya perkara tersebut.
"Kami amankan pelaku cabul masih dibawah umur, saat ini telah diamankan di Polsek sejak kemarin, dan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Kami juga sudah melakukan visum terhadap korban, sebagai bukti," kata Satria.
Editor: Aspian Nur