Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Samarinda sebelumnya sudah mengkonfirmasi adanya pergeseran cuaca menuju penghujan tersebut yang akan terjadi hingga awal tahun 2025 mendatang.
Prediksi ini keluar kala kabut masih menyelimuti Kota Samarinda 14 Oktober lalu hingga pukul 12.30 WITA sianghari. Prakirawan BMKG Samarinda Wiwi Indasari Azis kepada Korankaltim.com Kamis (24/10/2024) hari ini menjelaskan, pemantauan dari Stasiun Meteorologi Kantor Temindung suhu berkisar kurang dari 29 derajat cerlcius hingga pukul 12.00 WITA hari ini.
Hal itulah yang menyebabkan kelembaban tinggi yakni sekitar lebih dari 80 persen dan jadi penyebab adanya kabut hingga siang hari menjelang sore.
“Kondisi seperti itu memang biasa terjadi pada saat kelembaban udara tinggi, seperti halnya yang sering terjadi pada malam maupun pagi hari,” jelas Wiwi.
Sementara Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Samarinda Hamzah mengakui kalau saat ini sudah masuk peralihan musim hujan.
“Sekarang sudah masuk peralihan musim hujan, masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan. Masyarakat harus hati-hati karena rawan longsor,” ujar Hamzah.
Masyarakat diminta untuk mengupayakan kebersihan lingkungan khususnya pada drainase di wilayah perbukitan hingga menuju bawah agar air tidak tertahan diatas yang bisa membuat longsor.
Langkah itu dianggap bisa sebagai bentuk meminimalisasi banjir dan musibah lain karena banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Waspada karena dengan curah hujan tinggi ini, banyak titik-titik yang memang secara risiko bencananya adalah rawan banjir,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur