Hal ini ditegaskan Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. Kepada Korankaltim.com Senin (21/10/2024) hari ini, Sani menyebut TPID memiliki peranan penuh dalam pengendalian inflasi yang sewaktu-waktu terjadi di Samarinda.
Dirinya juga sempat mengikuti rapat high level meeting bersama TPID Samatinda yang membahas soal evaluasi dan perkembangan pengendalian inflasi, beberapa waktu lalu.
Sani menekankan pentingnya tindakan konkret dari TPID untuk mencari solusi dan inovasi dalam pengendalian inflasi.
“Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID harus mengambil langkah konkrit dan adaktif terhadap penanganan inflasi guna mencari solusi ataupun inovasi supaya inflasi dapat ditekan secara maksimal,” ujar Sani.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda, inflasi di kota ini pada September 2024 mencapai 1,79 persen year on year (yoy), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,20. Inflasi ini disebabkan oleh kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.
Kelompok yang mengalami kenaikan harga tertinggi adalah makanan, minuman dan tembakau yang meningkat sebesar 3,32 persen, diikuti oleh pakaian dan alas kaki sebesar 2,65 persen, serta perumahan, air, Listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,41 persen. Kelompok kesehatan juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 4,81 persen.
Di tingkat nasional, Samarinda menempati posisi kedua terbaik dalam pengendalian inflasi setelah Banjarmasin.
Dirinya optimistis dengan upaya yang tepat, Kota Samarinda bisa menjadi yang terbaik dalam pengendalian inflasi di tingkat nasional.
Pemkot Samarinda tetap diharapkan segera mengambil kebijakan yang diperlukan untuk memperkuat upaya ini. Sani menyarankan agar operasi pasar yang dilaksanakan di tingkat kecamatan, kelurahan bahkan RT dilanjutkan mengingat efektivitasnya dalam mengendalikan inflasi. “Operasi pasar yang dilakukan sebelumnya sangat efektif dalam mengendalikan inflasi di kota tepian,” tutupnya.
Alokasi anggaran khusus untuk pengendalian inflasi pada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga penting dilakukan. “Sebaiknya anggaran juga dialokasikan khusus untuk pengendalian inflasi pada OPD terkait. Perlu menyiapkan langkah-langkah khusus untuk mengantisipasi situasi global yang imbasnya tidak mustahil memberi dampak ekonomi pada kota Samarinda,” tutup Sani.
Editor: Aspian Nur