Itu setelah terjadinya insiden berdarah yang dipicu amukan seorang pria bernama M Ramlan alias Mellang. Pria berusia 42 tahun itu berteriak-teriak tidak jelas sejak salat Maghrib hingga salat Isya selesai tak jauh dari pelabuhan di kawasan tersebut.
Warga Mangkupalas yang mendengar teriakan Mellang pun terkejut karena pria itu berteriak sambil membawa sebuah tombak.
Mirna, warga setempat kepada Korankaltim.com malam tadi bercerita saat itu dirinya berada di dalam rumah dan mendengar Mellang mengamuk sambil berteriak.
Adik-adiknya yang sedang duduk di teras rumah pun langsung disuruh masuk oleh wanita 30 tahun tersebut lantaran takut menjadi sasaran Mellang yang saat itu membawa tombak.
Tak lama datang Syamsul Bahri yang merupakan sepupu Mirna datang ke ke rumah wanita tersebut. Kepada pria 36 tahun itu Mirna mengingatkan untuk tidak menghiraukan orang yang berteriak-teriak.
"Bahri bilang iya terus dia ke pelabuhan karena kesehariannya motoris kapal klotok. Tapi tidak lama saya dengar ada yang berteriak “Bahri ditikam, Bahri Ditikam”," ujar Mirna saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis malam tadi.
Mendengar teriakan itu Mirna pun keluar rumah dan melihat Bahri dalam kondisi luka-luka berlumuran darah sambil memegang perut. Bahri sempat berjalan kemudian tumbang hingga akhirnya sang sepupu pun minta kepada warga untuk membawanya ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan.
"Dia dari arah pelabuhan sudah pegang perutnya yang terluka, saya langsung meminta dia dibawa ke rumah sakit. Awalnya dibawa ke Rumah Sakit Tentara dekat Jembatan Mahakam tetapi kata petugas disana tidak bisa ditangani karena obatnya habis, terus kami mau pinjam mobil minta diantar ke rumah sakit yang lain tapi katanya tidak ada sopirnya," papar Mirna.
Hingga akhirnya Bahri yang sudah dalam kondisi lemas dibawa warga menggunakan sepeda motor ke RSUD IA Moeis. "Mau tidak mau dibawa ke Rumah Sakit Moeis dengan motor, saat ini sepupu saya masih dalam perawatan," ujar Mirna lagi.
Mirna menyebut sebelum insiden berdarah itu sejak Maghrib pelaku sudah empat kali bolak balik di depan rumahnya hingga salat Isya.
"Anak-anak kecil yang bermain juga sempat dikejarnya sambil dia teriak, ada juga rumah warga yang dirusak sama pelaku menggunakan tombaknya itu," ungkap Mirna.
Sementara Daniel yang merupakan saksi dan melihat peristiwa tersebut sekaligus membawa Bahri ke rumah sakit membenarkan kalau sejak Maghrib Mellang sudah berkeliling berteriak-teriak.
"Saya juga sempat ditunjuk sama dia, hampir jadi korban juga, dia bilang “kamu jugakah mau ditusuk”, karena takut saya lari cari perlindungan ke rumah om saya," ujar pemuda 20 tahun itu.
"Sebelumnya saya lihat Bahri ditusuk tombak dua kali diperutnya, sempat ditangkis dengan tangan, makanya luka-luka. Saya mau tolongin tetapi takut juga ditusuk," sambungnya.
Usai menusuk Bahri, Mellang langsung lari ke masjid yang ada di Jalan Sumber Baru dan disana sempat mengamuk. Warga sekitar langsung berkumpul di masjid tersebut. "Setelah itu saya tidak tahu lagi karena saya bawa Bahri ke rumah sakit naik motor," sebut Daniel.
Diakui Daniel awalnya Bahri dibawa ke RS Tentara tetapi karena obat sudah habis pihak rumah sakit meminta dibawa saja RSUD IA Moeis.
"Katanya obatnya habis, terus saya mau pinjam mobilnya, bilangnya sopirnya tidak ada, terus dipesankan taksi online, tetapi drivernya gak mau, karena kondisi korban berlumuran darah kadi saya bawa saja naik motor lagi ke rumah sakit," paparnya.
Aksi Mellang menombak Bahri sempat terekam kamera ponsel warga dan beredar di media social. Aparat kepolisian pun langsung menuju lokasi untuk mengamankan Mellang yang saat itu mencoba melawan menggunakan tombak.
Akhirnya Mellang berhasil diamankan aparat Polsek Samarinda Seberang. Sayangnya, warga sekitar yang emosi dengan Mellang langsung melakukan penyerangan meski pria itu sudah berusaha diamankan polisi. Upaya polisi menghalau warga yang berusaha main hakim sendiri tak digubris meski petugas sudah mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.
Dari video lain yang beredar terlihat beberapa petugas yang sudah mengamankan Mellang sampai harus masuk ke dalam parit atau saluran drainase namun ada beberapa warga yang turun ke drainase untuk menghajar Mellang. Sempat terjadi ketegangan antara petugas dan warga dan warga yang sudah tak mampu menahan emosi secara bertubi-tubi memukuli Mellang menggunakan tangan kosong bahkan balok.
Dan dari video lainnya terlihat beberapa petugas kepolisian pun mengangkat pelaku dan langsung membawa ke RSUD IA Moeis untuk diberikan pertolongan tetapi akibat amukan warga nyawa Mellang tak tertolong.
Editor: Aspian Nur