Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel kepada Korankaltim.com Minggu (13/10/2024) hari ini.
Diketahui Kabupaten Mahulu didominasi masyarakat dengan suku Dayak yang terbiasa hidup berdampingan dengan aliran sungai untuk aktivitas sehari-hari sehingga penanganan banjir di kabupaten termuda di Kaltim itu perlu penanganan yang komprehensif.
"Agak susah penanganan banjir di Mahulu. Disisi lain masyarakat memang selalu hidup berdampingan dengan sungai, tentunya nanti akan menjadi sorotan kami juga," kata Ekti.
Relokasi permukiman menurut Ekti bukan cara yang efektif karena dari 50 kampung, 40 lebih perkampungan berada di tepi Sungai Mahakam.
"Kalau kami orang Dayak ini kan di hulu memang hidupnya rata-rata di pinggir sungai susah kalau mau dipindah ke mana lagi," jelas Ekti.
Untuk sementara waktu, meminimalisir bencana merupakan upaya yang tepat. Ekti sebagai wakil rakyat akan berkomunikasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik untuk sesegera mungkin menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana banjir.
"Untuk sementara waktu ini lebih fokus kepada bantuan dulu, nanti saya akan komunikasi dengan pak Pj," pungkas Ekti.
Editor: Aspian Nur