Kurnas ini dihadiri oleh 23 perwakilan kabupaten/kota serta provinsi. Dari Kaltim, sembilan kabupaten/kota ikut hadir, ditambah dengan perwakilan provinsi Kalimantan Timur sendiri, sehingga total ada 10 perwakilan dari Kaltim. Selain itu, provinsi lain seperti Jawa Tengah, Sulteng, Banten, Jambi, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan NTB turut berpartisipasi, dengan total sekitar 20 dari 23 undangan yang hadir.
"Kami bangga dengan pencapaian Kalimantan Timur sebagai juara umum. Ini menunjukkan betapa besarnya potensi atlet-atlet kami dalam seni tarung tradisi," ujar Ketua Pusat ASTA Indonesia Rony Abdurrahman, Selasa (8/10/2024).
Ia juga menambahkan bahwa cabang olahraga seni tarung tradisi ini akan kembali dipertandingkan dalam Pornas (Festival Olahraga Masyarakat Nasional) tahun depan di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan para peraih medali emas kemungkinan besar akan diboyong ke sana. Ketua Pengurus Pusat ASTA juga menjelaskan bahwa format Pornas berbeda dengan PON (Pekan Olahraga Nasional).
"Di Pornas, selain provinsi, kabupaten/kota juga bisa mengirimkan atlet mereka. Namun, perhitungan medali tetap akan dikontribusikan untuk provinsi asal. Jadi, ini kesempatan besar bagi atlet-atlet dari seluruh kabupaten/kota untuk berprestasi," jelasnya.
Ia juga berharap agar para atlet yang sudah di-SK-kan (ditetapkan secara resmi) di Kaltim segera mendaftarkan diri ke KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) di daerah masing-masing untuk mempersiapkan diri menghadapi Pornas. "Ketika tiba waktunya Pornas, saya berharap mereka bisa mendapat dukungan anggaran untuk mengikuti ajang tersebut," tambahnya.
Di Kaltim sendiri, masih ada beberapa kabupaten/kota yang belum memiliki pengurus KORMI, seperti Penajam Paser Utara (PPU) dan Mahakam Hulu. "PPU sudah mulai bergerak kemarin, tapi Mahakam Hulu masih belum terbentuk. Kami berharap segera terbentuk KORMI dan ASTA di sana," ungkapnya.
Selain itu Salah satu sorotan utama dalam kejurnas tersebut adalah kemenangan Indonesia atas Kanada dalam pertandingan internasional. Kevin, salah satu atlet ASTA, berhasil menang dalam pertandingan tersebut.
Editor: Supiansyah