Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Lantas Kompol Creato Sonitehe Gulo saat dikonfirmasi Korankaltim.com Rabu (2/10/2024) hari ini.
Polisi menurut Gulo masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pasti penyebab kecelakaan maut yang membuat M Taufik, pemuda berusia 26 tahun tersebut kehilangan nyawa.
"Kami masih lakukan penyelidikan, saat ini sudah ada empat saksi termasuk sopir truk yang dimaintai keterangan," kata Gulo.
Berdasarkan keterangan saksi serta sopir truk yaitu Yusran setelah dilakukan rekonstruksi di lokasi kejadian, truk kontainer L 8041 UUC yang dikemudikan pria 35 tahun itu dari arah Tenggarong menuju Samarinda, Kutai Kartanegara dan tiba-tiba datang sepeda motor Honda PCX KT 2177 XB warna hitam yang diduga hendak menyalip.
"Pemotor saat itu hendak mendahului truk dari sebelah kiri tetapi ruang gerak tidak ada (sempit) karena ada mobil L300 depan toko bangunan parkir agak ke tengah, di badan jalan, sehingga sepeda motor membentur sisi kiri truk kontainer hingga terjatuh kemudian masuk ke kolong truk dan terjadi laka lantas," ucap Gulo.
Peristiwa kecelakaan tersebut sempat terekam CCTV dari sebuah toko di dekat lokasi kejadian dan beredar di grup WhatsApp berdurasi 55 detik yang memperlihatkan situasi jalan tidak terlalu dipadati kendaraan atau lengang.
Yusran si sopir truk mengatakan dirinya dari pergudangan usai bongkar muatan kemudian hendak pulang kerumahnya dan di lokasi kejadian melihat ada kendaraan pengangkut bahan bangunan bermuatan besi) di depan toko bangunan.
"Besinya agak menonjol ke jalan, jadi saya lihat spion kiri untuk memastikan kendaraan disamping, ternyata tidak ada," ujar Yusran.
Tak lama tiba-tiba dirinya mendengar suara benturan keras, sontak hal itu membuat dirinya terkejut. "Saya juga tidak tahu, tiba-tiba saja terjadi begitu, entah berusaha menghindari truk besi yang menonjol ke jalan atau mau menyalip, dia oleng kemudian terjatuh dan masuk ke kolong truk, sampai terlindas," paparnya.
Editor: Aspian Nur