Pemuda berusia 25 tahun itu ditemukan meninggal dunia tak jauh dari Jembatan Ahmad Amins, eks Jembatan Mahkota II di Jalan Kapten Soedjono Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda setelah sebelumnya terlebih dulu sepeda motor miliknya ditemukan disisi kiri jembatan.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Misriansyah dilaporkan keluarganya ke polisi karena beberapa hari tak pulang ke rumah. Meski sudah melapor ke Polsek Samarinda Kota, namun keluarga Misriansyah tetap mencari keberadaan almarhum ke tempat kerjanya di sebuah resto Jalan Ahmad Yani (eks Jalan Cenderawasih) tetapi menurut rekan kerjanya Misriansyah tidak masuk kerja.
Keluarga almarhum pun kembali mencari pemuda itu ke tempat keluarga yang lain dan dalam upaya pencarian tersebut pihak keluarga dihubungi oleh teman almarhum kalau sepeda motor milik Misriansyah ditemukan di sekitar Jembatan Mahkota II tetapi si pemilik motor tidak ada.
Karena tak juga menemukan Misriansyah, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang motor tersebut. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Polairud Kompol Izdiharuddin Faris saat dikonfirmasi Korankaltim.com Rabu (2/10/2024) hari ini menjelaskan hal tersebut. "Awalnya keluarganya membuat laporan kehilangan almarhum ke Polsek Kota," ujar Izdiharuddin.
Pagi kemarin sekitar pukul 09.31 WITA pihak keluarga mendapatkan informasi penemuan mayat di Sungai Mahakam tak jauh dari Jembatan Mahkota II.
"Kami langsung infokan ke pihak keluarga almarhum untuk datang ke Rumah Sakit AWS untuk memastikan apakah benar yang ditemukan itu keluarga mereka. Ternyata mereka membenarkan melihat dari ciri-ciri pakaian yang digunakan, hoodie hitam dan celana panjang hitam," paparnya.
Dari keterangan keluarga diketahui almarhum memang kerap berupaya mengakhirinya hidupnya tetapi tidak tahu apa alasannya. "Almarhum ini jarang bercerita kepada keluarganya maupun ke kerabatnya yang lain dan almarhum lebih memilih memendam sendiri dengan alasan supaya tidak membebani keluarga," ucap Izdiharuddin.
"Sebelum ditemukan meninggal dunia almarhum juga sempat berpesan kepada saudaranya untuk menjaga kedua orangtuanya. Dia jarang pulang ke rumah karena tinggal di mes tempat dia bekerja," sambungnya.
Keterangan dari saksi-saksi disekitar lokasi penemuan sepeda motor almarhum tidak ada indikasi dicelakai atau didorong ke sungai. "Sehingga dugaan sementara almarhum menceburkan diri ke sungai ditambah dengan keterangan dari pihak keluarga," tutupnya.
Editor: Aspian Nur